Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bela Diri Pencak Silat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara Umum III kategori dewasa pada kompetisi Indonesia Pencak Silat Paku Bumi Open 14th Championship 2026 yang digelar pada tanggal 4–5 April 2026 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dengan perolehan 15 medali emas dan enam medali perak.
Keberhasilan UKM Bela Diri Pencak Silat Unsika meraih posisi Juara Umum III kategori dewasa, menunjukkan bahwa UKM Bela Diri Pencak Silat Unsika mampu menghadapi persaingan kompetisi Internasional. Pembina UKM Bela Diri Pencak Silat Unsika, Ardawi Sumarno, mengatakan bahwa perolehan 15 medali emas dan enam medali perak merupakan bukti dari program latihan para atlet yang terukur, terencana, dan sistematis sebelum bertanding dalam kompetisi.
“Latihan sebelum kompetisi menggunakan strategi khusus. Artinya posisinya segala sesuatunya berdasarkan program yang terukur, terencana, juga sistematis. Jadi gak ada yang namanya program itu spontanitas, contoh mimpi semalam terus tiba-tiba diterapkan. Jadi posisinya benar-benar terprogram begitu,” katanya saat diwawancarai langsung, Selasa (14/04/2026).
Ardawi juga menjelaskan bahwa pembentukan mental atlet sebelum kompetisi sangat penting. Hal tersebut menunjukkan bahwa latihan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada aspek mental. Menurutnya, tantangan terbesar bukan melawan musuh, melainkan mengendalikan kesombongan dan rasa takut diri sendiri.
“Kebetulan saya ini mantan atlet, artinya atas dasar pengalaman-pengalaman yang sudah saya dapatkan, saya ceritakan sama anak-anak bahwa perjuangan terbesar itu bukan melawan musuh, tapi perjuangan terbesar itu melawan diri kita sendiri. Apa contohnya? Melawan rasa takut, melawan rasa kita lebih hebat dari orang lain, artinya sombong. Pembentukan mental ini penting yang menurut saya memotivasi teman-teman atlet untuk lebih kuat dalam kompetisi,” jelasnya.

Dokumentasi bersama para atlet UKM Bela Diri Silat Unsika, Minggu (5/4/2026).
Ardawi juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap perjuangan para atlet. Semua momen saat kompetisi sangat membanggakan, terutama saat melihat perjuangan para atlet sejak masa latihan hingga bertanding dikompetisi. Menurutnya, momen ketika para atlet berhasil meraih juara, dikalungkan medali, bendera Unsika berkibar, serta lagu Hymne Unsika dinyanyikan, merupakan momen yang sangat mengharukan.
“Semua momen itu membanggakan. Saya melihat perjuangan anak-anak saat latihan dan kompetisi sangat membanggakan. Ketika mereka dikalungkan medali emas, menjadi juara umum, mengibarkan bendera Unsika, hingga menyanyikan lagu Hymne Unsika, itu sangat mengharukan. Saya sampai sedih dan menangis saat itu,” ungkapnya.
Di balik pencapaian yang diraih dalam kompetisi, terdapat momen-momen menegangkan saat pertandingan. Salah satu atlet UKM Bela Diri Pencak Silat Unsika peraih medali emas, Abdulah Dimastiar, menuturkan bahwa momen paling menegangkan terjadi ketika menunggu giliran untuk bertanding.
“Yang paling menegangkan itu saat sudah mau tanding dan tinggal menunggu giliran,” tuturnya saat diwawancarai secara langsung, Kamis (16/05/2026).
Abdulah juga mengaku tidak menyangka bisa meraih prestasi tersebut.
“Rasanya tidak menyangka bisa mendapatkan juara,” ucapnya.
Selain perjuangan para atlet dan dukungan pembina, pihak kampus Unsika juga turut berperan penting dalam pencapaian tersebut. Ardawi menyebutkan bahwa pihak kampus memberikan fasilitas tempat latihan bagi para atlet, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus melalui kerja sama dengan Padepokan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Karawang.
“Latihannya kami lakukan di Padepokan Pencak Silat IPSI yang sudah bekerja sama dengan Unsika, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas UKM Bela Diri. Hal ini merupakan bentuk dukungan Unsika melalui kerja sama atau MoU dengan IPSI Kabupaten Karawang,” sebutnya.
Abdulah mengaku merasakan bentuk dukungan dari kampus, berupa pembinaan hingga pembiayaan selama proses persiapan sampai pelaksanaan kompetisi.
“Bentuk dukungan dari pihak Unsika alhamdulillahnya dia tuh selalu ngebiayain ya. Apalagi buat anggaran kemarin tuh dari biaya transport, pendaftaran, makan, sama penginapan yang lain-lain dia tuh semua dibayar,” ujarnya.

Dokumentasi bersama para atlet UKM Bela Diri Silat Unsika, Minggu (5/4/2026).
Ardawi berharap, UKM Bela Diri Pencak Silat Unsika dapat terus mempertahankan prestasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet dan menjadi barometer olahraga pencak silat di tingkat nasional melalui program-program yang terarah serta berkelanjutan.
“Yang jelas, ke depan atlet harus tetap fokus berlatih dan tidak perlu euforia berlebihan. Kami juga memiliki berbagai program yang akan terus dikembangkan agar pencak silat Unsika bisa menjadi barometer di tingkat nasional,” harapnya.
(SYA, NWA)