Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) mengadakan pameran fotografi bertajuk Lokara Exhibition 2026 di Aula Husni Hamid, Karawang, pada Sabtu (6\6\2026). Kegiatan yang bertema “Tracing Roots Becoming Creation” diselenggarakan sebagai ruang apresiasi bagi para fotografer lokal sekaligus menjadi wadah untuk menggerakkan roda ekonomi kreatif di Karawang.
Ketua pelaksana Lokara Exhibition 2026, Nael Arassy Wijanarko, menyampaikan bahwa pameran ini bertujuan mengajak para peminat fotografi menggali kekayaan budaya, identitas, dan pengalaman untuk dituangkan ke dalam sebuah karya yang bermakna.
“Kami ingin mengajak rekan-rekan, para peminat fotografi untuk melihat kembali kekayaan budaya kita, terus juga identitas dan pengalaman yang kita miliki kemudian kita jadikan karya yang memiliki makna,” ujar Nael saat diwawancarai langsung, Sabtu (6/6/2026).
Nael menambahkan target peserta pameran mencapai 200 orang dengan rincian 150 mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024 dan 50 peserta kalangan umum, komunitas, serta mitra media. Acara ini dirancang untuk menyatukan berbagai elemen pekerja kreatif di Karawang.

Peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum, Sabtu (6/6/2026).
“Tujuan utamanya adalah menggerakkan ekonomi kreatif. Bagaimana kita bisa memanfaatkan ekonomi kreatif ini dengan baik dengan melihat sumber daya manusia yang ada di Karawang, ada UMKM, ada para penggiat seni, para pekerja kreatif dan juga para budayawan itu tentunya perlu yang namanya ruang apresiasi untuk mereka menuangkan ekspresi yang kemudian ini harapan kita untuk kemudian bisa berkembang, begitu,” tambah Nael.
Meskipun tidak menetapkan ekspektasi tinggi mengenai acara tersebut, panitia mengaku terkejut dengan antusiasme pengunjung, termasuk adanya dukungan dari Putra-Putri Batik Karawang.
“Jujur sebetulnya kita nggak banyak ekspektasi tinggi untuk acara ini karena mungkin peminat fotografi dan budaya atau seni itu sedikit, tapi ternyata ini jauh dari bayangan kita, ternyata memang banyak sekali antusiasme dari teman-teman mahasiswa, teman-teman komunitas media juga dan juga para budayawan lain seperti ada dari Putra-Putri Batik Karawang yang ternyata ikut membantu,” ungkap Nael.
Apresiasi tinggi juga datang dari salah satu pengunjung, mahasiswa Ikom angkatan 2024, Galih Wida Pratama, mengaku bangga dan terkesan dengan sudut pandang serta kualitas karya yang dipamerkan.
“Perasaannya cukup bangga ya melihat karya-karya teman-teman kita yang tidak terduga. Kayak tadi tuh, ada foto yang di mana itu menggambarkan orang sujud di tengah-tengah jalan gitu. Itu wow sekali sih menurut saya. Ya, saya juga sangat excited sih ikut pada acara hari ini karena dapat melihat karya-karya terbaik dari para-para peserta lomba yang memang foto-fotonya sangat bagus sekali dan sebuah kesempatan yang bagus,” tutur Galih saat diwawancarai langsung, Sabtu (6\6\2026).
Serupa dengan Galih, pengunjung lainnya, Mahasiswa Ikom angkatan 2024, Dauz, berharap momen ini dapat menjadi ruang positif untuk memajukan bidang fotografi di Karawang.
“Semoga ini bakal lebih memajukan bidang fotografi di Karawang tentunya dan semoga kita bisa membuat karya yang sangat baik seperti yang ada di acara ini,” ucap Dauz saat diwawancarai langsung, Sabtu (6\6\2026).
Kesan mendalam juga dirasakan oleh mahasiswi Ikom angkatan 2024, Salsa. Menurutnya, pameran ini berhasil menyampaikan pesan bahwa setiap karya visual memiliki kekuatan narasi yang bermakna luas.

Contoh karya fotografi dari mahasiswa Ikom semester 4, Sabtu (6/6/2026).
“Seru banget karena setiap materi dan juga foto yang ditampilkan dan juga tadi teman-teman yang juara itu fotonya keren-keren banget dan tentunya sangat bermakna. Jadi pesan yang bisa diambil dengan adanya kegiatan ini yaitu setiap foto bisa jadi memiliki makna tersendiri yang di mana makna tersebut bisa dirasakan oleh seseorang yang mampu memahaminya karena setiap orang yang melihat foto tersebut tentunya dapat memaknai dengan cara yang berbeda-beda,” urai Salsa saat diwawancarai langsung, Sabtu (6\6\2026).
Di penghujung acara, Nael berharap ruang kreatif seperti ini terus bertumbuh di Karawang terutama bagi pekerja kreatif agar semakin mendapatkan apresiasi yang layak.
“Harapan acara ini untuk kedepannya, tentunya makin banyak ruang apresiasi untuk para pekerja kreatif karena memang kami berharap pekerjaan-pekerjaan kreatif, ekonomi kreatif ini bisa lebih dihargai gitu.”
DAM, AFA