Himpunan Sistem Informasi (Himsika) Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) sukses menggelar Seminar Workshop Nasional dalam kegiatan Education Fair 2026 dengan tema “Transforming Digital Business with Generative AI: From Strategy to Hands-on Solution” yang bertempat di Aula Husni Hamid, Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang pada Sabtu, (23/5/2026).
Ketua Pelaksana Education Fair 2026, Imelvi Karnia Zalukhu, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut ditujukan untuk masyarakat umum, mahasiswa, hingga pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tertarik mempelajari perkembangan teknologi digital, khususnya Generative AI. Total pendaftar kegiatan ini mencapai sekitar 1.700 peserta.
“Kalau total keseluruhan itu ada 1.700 pendaftar dan sasaran kita itu secara umum, bisa masyarakat umum, bisa mahasiswa, dan juga bisa SMA, gitu,” ujarnya pada saat diwawancarai langsung, Sabtu (23/5/2026).

Laporan Ketua Pelaksana Education Fair 2026, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa seminar workshop ini diselenggarakan sebagai wadah untuk menambah wawasan peserta kegiatan dalam perkembangan teknologi digital, khususnya Generative Artificial Intelligence (AI) yang saat ini mulai banyak diterapkan di dalam dunia bisnis. Selain sesi workshop, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pameran karya sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi peserta.
Melalui kegiatan ini, Imelda berharap mahasiswa maupun masyarakat umum dapat memahami pemanfaatan teknologi AI secara lebih luas dan relevan dengan kebutuhan era digital pada saat ini.
“Jadi tujuan adanya seminar workshop ini itu untuk mengembangkan bakat mahasiswa, pengetahuan mahasiswa khususnya di tema kita juga ya Generative AI jadi dimana pengembangan teknologi itu bisa mengarah pada bisnis digital, gitu,” ujar Imelvi, Sabtu (23/5/2026).
Education Fair 2026 ini sendiri mengundang tiga pemateri, salah satunya pemateri bernama Miftah Muhammad Farhan, sebagai Senior Software Engineer and Frontend Devoloper at Dibimbing. Farhan sendiri menjelaskan perasaan selama menjadi pemateri seminar Edu Fair.
“Senang sih, karena mahasiswa Unsika salah satunya, sudah mulai beradaptasi, dari semester 2-6, antusiasnya masih sangat tinggi. Di era seperti ini, mahasiswa masih ada yang lebih aware gitu. Bahwa Artificial Intelligence (AI) bukan ChatGPT saja, karena kita sadar masih banyak AI diluar sana, masih banyak tools AI yang bisa digunakan, mahasiswa hanya tau cuma ChatGPT, Gemini, padahal di luar sana banyak tools AI yang bisa dipakai dan sangat berguna,” jelasnya pada, Sabtu (23/5/2026).
Antusiasme yang tinggi tidak hanya terlihat dari pihak penyelenggara, melainkan juga dari para peserta seminar. Salah satu peserta mahasiswi Sistem Informasi semester 6, Firyal, turut memberikan kesannya.
“Topik ini relate banget sama kita, apalagi ada salah satu mata kuliah kita juga mengenai AI, jadi bisa lebih tau apa itu AI. Tadi juga dijelasin sejarahnya, terus macam-macam AI juga,” jelasnya pada, Sabtu (23/5/2026).
Imelvi berharap seluruh rangkaian kegiatan seminar dapat berlangsung lancar dan diikuti oleh banyak peserta. Ia juga berharap pada penyelenggaraan tahun berikutnya jumlah peserta dapat semakin meningkat dengan rangkaian acara yang lebih beragam dan diperbanyak.
“Harapan saya sekarang semoga kegiatan rangkaian acaranya berjalan dengan lancar, terus pesertanya juga banyak gitu, mengikuti rangkaian acaranya, sama harapan saya tahun depan ya semoga pesertanya juga banyak banget lagi ya dan rangkaiannya harus di banyakin lagi, mungkin gitu,” harap Imelvi.
Selain itu, Farhan berharap seminar tersebut mampu memberikan dampak positif yang luas dan menjadi langkah awal baik bagi para peserta.
“Mudah-mudahan bisa berimpak banyak, semoga bisa jadi batu loncatan karena materinya menarik dan menjadi salah satu yang sangat dicari. Orang di luar sana juga sama-sama belajar dari pembahasan materi kita tadi, diharapkan mereka juga mendapatkan pelajarannya.”
ZIE, PNY