Sambut tahun akademik baru, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) tampak menghadirkan beberapa prasarana baru di lingkungan kampus, khususnya di Fakultas Ilmu kesehatan (Fikes) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Prasarana tersebut meliputi klinik dan apotek Fikes, serta kafetaria dan kantin di gedung FKIP. 

 

Kafetaria sendiri terletak di lantai 2 gedung FKIP dan dibuka sejak Senin, (15/6/2026). Peresmian kafetaria tersebut dihadiri oleh Staff Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Aldi, kemudian dekan, serta jajaran pihak dosen FKIP. Terdapat kantin yang mencakup koperasi dengan nama KopKipKa di lantai 5 atau area rooftop FKIP yang baru dibuka pada Selasa, (14/7/2026).

 

Dekan FKIP, Sutirna, menjelaskan bahwa kehadiran kafetaria dan Kopkipka bermula dari kondisi rooftop gedung yang kerap mengalami kebocoran ketika hujan sehingga menyebabkan rembesan air sampai ke lantai 4. Karena hal itu, Sutirna mendapatkan ide untuk membuat hal yang bermanfaat bagi mahasiswa lalu diajukan ke pihak Universitas dan disetujui.

 

“Dulu hujan ini (rooftop FKIP) banjir, itu problemnya. Akhirnya bocor, masuklah ke lantai empat. Nah jelek tuh bangunan, akhirnya saya cari gimana nih solusinya? Supaya berdampak, bisa ada manfaat untuk mahasiswa,” ujar Sutirna saat diwawancara langsung pada Selasa, (14/7/2026).

 

Pengelolaan KopKipKa berada di bawah Koperasi FKIP Unsika. Anggota koperasi, Indah Purnama Dewi, menjelaskan bahwa koperasi tersebut bergerak di bidang usaha dan tidak hanya mengelola kantin, tetapi juga akan mengembangkan layanan lain seperti fotokopi, penjilidan skripsi, hingga penyediaan sembako.

 

“Kita bukan koperasi simpan pinjam tapi hanya koperasi usaha aja, usaha kecil-kecilan jualan lalu ada lagi nanti ruangan untuk fotokopi dan sebagainya jadi mahasiswa kalau ngejilid skripsi bisa di koperasi dengan harga yang lebih murah. Kemudian ada sembako nanti untuk dosen-dosen FKIP yang butuh sembako boleh dibayar kalau gajian gitu,” ujar Indah saat wawancara langsung Selasa, (14/7/2026).

 

Suasana kafe gedung FKIP Unsika, Selasa (14/7/2026).

 

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP 2026, Surya, menilai kehadiran KopKipKa merupakan langkah positif dalam mendukung kebijakan Universitas agar setiap fakultas memiliki sumber pendapatan (income generating). Surya berharap dengan adanya kafetaria dan Kopkipka dapat berdampak tidak hanya untuk sivitas dan mahasiswa FKIP, tetapi mencakup keseluruhan kalangan.

 

“Selalu memberikan income generate yang sesuai lalu harapan selanjutnya semoga memang kantin ini berdampak tidak hanya bagi mahasiswa FKIP, tapi dari seluruh kalangan yang memang ada di Unsika,” ujarnya saat diwawancara langsung Selasa, (14/7/2026).

 

Sementara itu, Fikes juga tampak menghadirkan klinik dan apotek. Namun sayangnya, Dekan Fikes, Al Mukhlas Fikri, menjelaskan bahwa prasarana ini masih perlu ada pemenuhan standar sehingga belum dapat beroperasi, tetapi ditargetkan akan segera launching pada tahun depan. 

 

“Belum, belum beroperasi (klinik dan apotek) namun tahapannya sudah, InsyaAllah akan segera launching. Ada standar standar yang perlu kita penuhi, ya itu tidak mudah. InsyaAllah di tahun depan lah target kita bisa terealisasi,”  ujarnya saat diwawancarai secara langsung, Selasa (7/7/2026)

 

Wakil Dekan Fikes, Vriezka Mierza, melanjutkan bahwa kehadiran klinik dan apotek ini diharapkan dapat menjadi layanan pendidikan yang mampu menunjang profesi apoteker pada Program Studi (Prodi) Farmasi. 

 

“Harapan kami nanti baik klinik ataupun apotek itu jadi layanan pendidikan, karena kalau di universitas lain ada rumah sakit pendidikan ya ada apotek pendidikan gitu. Belum lagi kan (ada Prodi) Farmasi mungkin nanti kedepannya akan berprofesi apoteker, belum ada (prasarana) itu sebagai salah satu syarat apotek muda,” jelasnya saat diwawancarai secara langsung, Selasa (7/7/2026).

 

Apotek Fikes Unsika, Selasa (14/7/2026).

 

Mukhlas berharap klinik tersebut dapat terintegrasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, sehingga mahasiswa dapat memindahkan fasilitas kesehatan tingkat pertama mereka ke klinik kampus untuk memudahkan mahasiswa dalam mengakses layanan pengobatan di lingkungan kampus. 

 

“Teman-teman kan punya BPJS masing-masing, BPJS nya itu untuk Faskesnya (Fasilitas Kesehatan) bisa nanti dipindahkan ke faskes di klinik Unsika, jadi temen-temen bisa berobat ke klinik Unsika,” tambahnya.

 

Sebagai salah satu mahasiswa Fikes Prodi Gizi, Kesa Anggraeni menginginkan fasilitas tersebut dapat berjalan dengan optimal dan jam layanan yang jelas serta berharap tenaga kesehatan yang bertugas bersikap profesional.

 

“Saya berharap operasional apotek dan klinik ini bisa berjalan secara optimal dan juga tentunya memiliki jam yang jelas gitu, jam layanan yang jelas, tenaga kesehatan yang tentunya profesional, serta pelayanan yang ramah dan juga mudah diakses,” ucapnya saat diwawancarai via WhatsApp, Selasa (7/7/2026).

 

 

(BNB, DAM)