Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) melakukan pengadaan Closed Circuit Television (CCTV) sebanyak 115 unit yang tersebar di setiap sudut kampus satu. Pengadaan ini dimulai sejak bulan Februari hingga rampung di bulan Maret 2026. Dengan adanya pengadaan CCTV ini, pihak Unsika berharap lingkungan kampus dapat lebih aman dan meminimalisir adanya kehilangan hingga tindak pelecehan seksual.
Staf Umum, Warya, menjelaskan bahwa pengadaan CCTV di kampus satu lebih diprioritaskan dibandingkan dengan kampus dua.
“Kenapa di sini dulu? Karena masih ada kejadian pelecehan seksual di sini (kampus satu Unsika), itulah kenapa kita bisa mulai dari situ dulu. Terus kemarin ada yang kehilangan motor gitu juga kan, bahkan kehilangannya di depan gerbang,” jelasnya saat diwawancarai langsung, Senin (6/4/2026).

Salah satu titik CCTV Unsika area gerbang Timur, Rabu (4/2/2026).
Warya juga menyebutkan beberapa titik CCTV yang ada di area kampus dan semuanya aktif selama 24 jam.
“Banyak kan di kantin ada dua, terus di pojokan-pojokan sini (area Rektorat) ada. Aktif 24 jam,” sebutnya.
Dengan adanya CCTV, pihak keamanan Unsika mengungkapkan bahwa mereka merasa sangat terbantu.
“Sangat terbantu, karena ‘mata kedua’ kita. Kita tidak selalu 24 jam keliling. Pasti ada ruang-ruang yang misalkan terjadi apa, kan kita enggak tahu juga. Tapi kalau ada CCTV bisa terbantu,” ungkapnya.

Salah satu titik CCTV Unsika area sekretariat Organisasi Mahasiswa, Rabu (4/2/2026).
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Fauzan, beranggapan positif dengan adanya pemasangan CCTV ini.
“Tanggapannya sih pengadaannya oke lah ya. Maksudnya dari kita lihat dari ya selama gua kuliah, itu banyak kasus-kasus kayak helm hilang, motor tiba-tiba pindah kemana gitu kan,” ujarnya saat diwawancarai langsung, Senin (6/4/2026).
Selain itu, Fauzan juga mempertanyakan bagaimana alur pelaporan untuk akses CCTV jika terjadi kehilangan nanti.
“Jadi kalau misalkan teman-teman nantinya ada yang kehilangan sesuatu gitu di motor atau mungkin di sekitaran sini, tahu harus melapor ke mana? Nanya ke mana? Kayak gitu sih,” ucapnya.
Menjawab pertanyaan Fauzan, Warya menambahkan bagaimana alur pelaporan jika terjadi kehilangan.
“Ketika memang teman-teman atau mahasiswa ada kendala, nantinya bisa kondisikan ke Satuan Pengamanan (Satpam), nanti dari Satpam akan diarahkan ke Pak Nasrudin (selaku operator),” tambahnya.
Fauzan berharap dengan adanya CCTV dapat mengantisipasi masalah-masalah yang sebelumnya dikeluhi oleh teman-teman mahasiswa.
“Semoga CCTV baru bisa mengantisipasi masalah-masalah yang dikeluhkan sama teman-teman mahasiswa,” harapnya.
(USC)