Unit Pengembangan Akademik (UPA) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (PKK) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) sukses menyelenggarakan Unsika Entrepreneurship Expo 2026 (UNEX) ke-3 di Aula Syekh Quro Unsika pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Bangkit, Berdampak, dan Berkelanjutan”. Acara ini menghadirkan Karnaval Kebangkitan, UNEX Expo Berdampak, Pitching, The Judges Insight dan Roadshow Pesta Wirausaha Nasional, Digital Impact Champaign, serta UNEX Creative Stage, diikuti oleh 212 peserta dari 13 perguruan tinggi yang berasal dari lima provinsi di Indonesia.
Ketua pelaksana UNEX, Danang Kusnadi, menegaskan dari total peserta 212 yang terbagi menjadi 153 peserta Expo Berdampak dan 59 peserta Business Pitching, dilakukan seleksi proposal secara ketat, hanya 35 tim lolos sebagai finalis Expo Berdampak. Sementara pada kategori Business Pitching, hanya enam tim terbaik yang lolos.
“Kalau di Unsika penilaiannya ada dua tahap nih, pertama adalah tahap penilaian proposal kalau yang Expo Berdampak itu jumlah proposal yang masuk itu ada 153 proposal, jadi diseleksi kemudian hanya ada 35 finalis yang terseleksi. Kalau yang bisnis pitching itu ada 59 proposal hanya ada enam tim, itu juga seleksinya ketat juga,” jelasnya saat diwawancarai secara langsung, Kamis (21/5/2026).

Potret Wakil Rektor mengunjungi salah satu booth peserta, Rabu (20/5/2026).
Antusiasme yang tinggi tidak hanya terlihat dari pihak penyelenggara, melainkan juga dari para peserta kompetisi. Kehadiran peserta lintas kampus, seperti Universitas Pelita Harapan (UPH) dan tim mahasiswa Unsika sendiri telah memberikan warna tersendiri pada gelaran inovasi ini. Peserta perwakilan dari UPH, Salvinna dan Giovanna, menceritakan bahwa motivasi mereka berawal dari tugas kuliah kewirausahaan yang kemudian berkembang menjadi ketertarikan nyata pada dunia bisnis.
"Melihat Unsika ini hadir, terus katanya dari tahun lalu juga banyak sekali yang dateng hadirnya, kita jadi merasa tertarik. Waktu pendaftaran kita juga mepet banget, H min seminggu kita baru daftar," ungkapnya saat diwawancarai secara langsung, Rabu (20/5/2026).
Pada pameran ini, tim UPH menghadirkan produk kriya berbahan dasar limbah tekstil yang telah disterilisasi, mencakup patch case, phone strap, hingga vel beads bongkar pasang, lengkap dengan pilihan custom maupun Do It Yourself (DIY) kit. Di tengah proses produksi yang sepenuhnya buatan tangan (handmade) dan waktu persiapan hanya berdurasi sekitar dua minggu bersamaan dengan masa ujian, mereka menaruh harapan besar pada keberlanjutan bisnis ini.
"Harapannya, mungkin bisnis ini bisa lebih berkembang, orang nggak memandang sebelah mata tentang limbah tekstil. Semoga dengan adanya lomba ini juga kita bisa mendapatkan pendanaan untuk develop bisnis kami, dan ke depannya bisa buka workshop ke kafe-kafe," tambahnya.
Di sisi lain, perwakilan peserta dari Unsika, berinisial T mengaku keikutsertaannya didorong oleh keinginan menambah portofolio dan pengalaman serta dukungan dari dosen pembimbing. Salah satu tim yang membawa inovasi berupa proposal aplikasi menilai bahwa proses merancang aplikasi agar berfungsi sesuai permintaan menjadi tantangan paling berkesan. Ia juga menilai acara ini telah terselenggara dengan sangat baik, meski terdapat sedikit catatan evaluasi mengenai alur penyampaian informasi dari pihak panitia.
"Jujur proper, cuma untuk informasinya mungkin agak lambat dan datangnya satu-satu. Sarannya kalau misalnya buat informasi jangan satu-satu, jadi kayak sekali langsung gitu, biar pesertanya udah nyiapin semua jauh-jauh hari," ujar T peserta asal Unsika, Rabu (20/5/2026).

Potret booth peserta, Rabu (20/5/2026).
Acara ini dimeriahkan oleh pengunjung dari berbagai fakultas yang ada di Unsika, mereka merasa adanya acara ini menjadi termotivasi untuk berwirausaha. Salah satunya peserta bernama Aulia Maharesi menilai acara tahun ini berlangsung meriah meskipun didominasi produk makanan dan minuman.
“Seru ya, rame juga, yang sekarang banyakan makanan, minuman gitu ya,” ujarnya saat diwawancarai langsung, Rabu (20/5/2026).
Lebih jauh lagi, Danang Kusnadi berharap kedepannya acara ini dapat berkembang menjadi ajang internasional. Karena menurutnya, Unsika telah memiliki kerja sama dengan berbagai kampus luar negeri.
“Harapannya semoga di tahun depan bisa naik level menjadi ajang internasional, karena sebenernya Unsika itu mampu, Unsika itu punya mahasiswa-mahasiswa asing juga dari kampus luar, kemudian mitranya dari luar negeri juga ada,” ucapnya, Rabu (20/5/2025).
(ND, WTS)