Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), menggelar kegiatan Agriculture Competition dengan tema “Bersinergi Dalam Kompetisi, dan Maju Melalui Inovasi” yang berlokasi di Aula Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 133 peserta. Ketua pelaksana Agriculture Competition, Naila Mutiara, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut terdiri dari empat cabang perlombaan, yaitu Mobile Legend, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), menyanyi, dan lomba menari.
“Yang pertama tuh ada ML, kedua ada LKTI, ketiga ada singing, dan yang keempat ada dance,” ucapnya saat diwawancarai langsung, Sabtu (27/6/2026).
Agriculture Competition di tahun 2026 bersifat terbuka untuk mahasiswa umum. Meski mayoritas peserta berasal dari Unsika, Naila menambahkan bahwa kompetisi ini turut diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia seperti Universitas Gunadarma Depok dan Universitas dari Medan pada perlombaan LKTI.
“Peserta tuh seluruh mahasiswa dari berbagai universitas ya. Terus ada juga yang dari Gunadarma, ada yang dari (Universitas) Medan buat lomba LKTI. Yang paling banyak sih dari Unsika sendiri,” tambahnya.
Ketua Umum BEM Faperta Unsika, Garin Hamdi Zahri, mengungkapkan bahwa perlombaan dilaksanakan secara hybrid. Misalnya, tahap penyeleksian dilakukan secara daring, kemudian luring pada tahap finalisasi.
“Jadi, daring dulu. Nanti ketika udah finalis, finalisasi gitu, baru pada saat ini, pada saat offline gitu,” ungkapnya saat diwawancarai langsung, Sabtu (27/6/2026).
Garin juga mengungkapkan, rangkaian acara Sabtu ini tak hanya menghadirkan tahap finalisasi dari keempat cabang lomba, namun juga dikombinasikan dengan sesi Seminar Nasional. Langkah tersebut diambil agar peserta mendapat dua manfaat sekaligus dalam satu rangkaian acara, yakni wawasan akademis dari seminar sekaligus prestasi dari ajang kompetisi.

Dokumentasi sesi Seminar Nasional, Sabtu (27/6/2026).
“Karena kita mau cakupannya tuh langsung dua gitu. Jadi, hanya di dalam satu rangkaian, tetapi teman-teman tuh bisa mendapatkan dua keuntungan gitu. Yang pertama ilmu bermanfaat di Seminar Nasional, sama kejuaraan di kompetisi perlombaan,” jelasnya.
Salah satu mahasiswa Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika (MBTI) Telkom University Bandung, Ziyad, menjadi juara 1 lomba bernyanyi. Ia menjelaskan teknis penyeleksian cabang lomba yang diikutinya dilakukan secara daring, yaitu peserta diharuskan mengirim karya video melalui Google Form untuk dinilai oleh dewan juri.
“Kita kalau di cabang singing tuh berbentuk video. Jadi kita ngirim ke Google Form, terus nanti dinilai sama juri,” jelasnya saat diwawancarai langsung, Sabtu (27/6/2026).
Ziyad mengapresiasi kesiapan panitia dalam mengatasi permasalahan yang menimpanya ketika akan segera tampil. Menurutnya, panitia langsung mengevaluasi masalah dan memindahkan urutan penampilannya yang semula di awal menjadi paling akhir sebagai solusi.
“Jadi berhubung tadi pas penampilan saya ada kendala dari sound system, tapi untungnya panitianya sigap untuk mengevaluasi masalah itu gitu. Jadi saya tadi pun diulang yang tadinya penampilan pertama jadi terakhir karena ada kendala pas awal,” ucapnya.

Dokumentasi saat penampilan cabang lomba menyanyi, Sabtu (27/6/2026).
Melalui acara ini, Naila berharap para mahasiswa yang masih malu untuk menunjukan bakatnya dapat menjadi lebih percaya diri sehingga tertarik untuk mendaftar Agriculture Competition di tahun-tahun berikutnya.
“Mungkin dengan dari acara ini orang-orang yang masih malu nunjukin bakatnya bisa lebih percaya diri, jadi ikut daftar, mungkin di tahun-tahun selanjutnya,” harapnya.
(MOS, NUN)