Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menggelar Kaleidoskop Unsika 2025 dalam rangka memperingati pendirian universitas ke-44 bertempat di Aula Syekh Quro, Senin (2/2/2026). Berdasarkan informasi dari laman resmi Unsika, universitas ini didirikan pada 2 Februari 1982. Acara dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Tenaga Kependidikan (Tendik), dan sivitas akademika lainnya dari berbagai fakultas sebagai refleksi perjalanan Unsika sekaligus ajang silaturahmi yang dikemas dalam nuansa keagamaan. 

 

Acara dimeriahkan dengan sambutan dari tokoh atau pendiri Unsika sebelumnya, yaitu Dadang Fachrudin, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, penayangan video Kaleidoskop, pemberian Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), hingga tausiyah oleh Jaenal Abidin. 

 

Rektor Unsika, Ade Maman Suherman, juga memberikan tanggapan bahwa acara dikaitkan dengan tema keagamaan ini merupakan bentuk refleksi sebagai evaluasi terhadap program yang telah terlaksana, sekaligus arahan menuju hal-hal yang perlu dilakukan maupun belum sempat direalisasikan. 

 

“Kegiatan sebagai refleksi akhir tahun, tapi dilaksanakan di awal tahun untuk silaturahmi aja kebersamaan di antara kita dan juga melihat refleksi ini kan sebagai evaluasi apa saja yang sudah dilakukan dan mungkin apa yang harus dilakukan atau mungkin belum sempat dilakukan, dalam konteks kegiatan di Unsika. Kemudian dikaitkan juga dengan tema yang keagamaan tentunya kita kaitkan dengan Isra Mi'raj dan juga dikaitkan dengan persiapan permulaan Ramadan,” jelasnya saat diwawancarai langsung, Senin (2/2/2026).

 

 

Suasana saat acara Kaleidoskop Unsika, Senin (2/2/2026).

 

Sejalan dengan Ade Maman, Ketua Pelaksana Kaleidoskop Unsika 2025, Dede Jajang Suyaman, juga mengungkapkan rasa bangga karena terhadap acara tersebut menjadi refleksi perjalanan Unsika yang mendapatkan banyak pencapaian prestasi mulai dari akademik hingga Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas).

 

“Saya sangat bangga sekali karena acara Kaleidoskop ini merupakan refleksi perjalanan Unsika, (mencakup) prestasi dari akademik, prestasi penelitian dan Abdimas. Juga yang paling terharunya adalah kita nyatakan bahwa 44 tahun Unsika berdiri,” ungkapnya saat diwawancarai langsung, Senin (2/2/2026).

 

Ade Maman menyebutkan perkembangan paling signifikan adalah Unsika yang mendapatkan akreditasi internasional dari Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN).  

 

“Membangkitkan semangat baru yang untuk lebih maju ke depan, karena kita juga refleksi ini bahwa kita sudah melampaui beberapa kemajuan gitu. (Kemajuan) yang paling signifikan adalah adanya akreditasi internasional dari ACQUIN,” ujarnya.

 

 

Kehadiran Ade Maman Suherman, Senin (2/2/2026).

 

Untuk Unsika kedepannya, Dede menjelaskan bahwa program diklasifikasikan menjadi tiga jangka, yaitu jangka pendek berupa pemenuhan ruang kelas, kemudian jangka menengah berfokus kepada pembenahan kualitas, dan jangka panjang yang berorientasi pada internasionalisasi serta mewujudkan Unsika sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

 

“Kita ada beberapa program jangka panjang, menengah, dan pendek. Jangka pendeknya adalah kita pemenuhan pembangunan kelas yang masih krisis serta pembenahan lingkungan dan jangka menengahnya kita pembenahan kualitas dari sisi pendidikan yang tadi kita untuk targeting Unsika lebih unggul setiap Prodi (Program Studi)-nya dan jangka panjangnya kita bisa mendunia. Walaupun kita dalam proses pengenalan dunia sudah bertahap, dicirikan dengan kerja sama luar negeri, ada mahasiswa luar negeri dan jangka panjangnya kita menjadi perguruan tinggi selain kategori BLU (Badan Layanan Umum) yaitu kita menuju perguruan tinggi berbadan hukum,” jelas Dede.

 

Dede memberikan harapan kepada para mahasiswa Unsika untuk menjadi mahasiswa yang memiliki daya saing.

 

“Mahasiswa-mahasiswa Unsika ke depan menjadi mahasiswa yang berdaya saing karena untuk menjawab tantangan keadaan bangsa dan negara kita.”

 

(LLJ, JN)