Program Studi (Prodi) S1 Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) resmi meraih predikat Unggul, Senin (6/7/2026). Dekan Fikes, Al Mukhlas Fikri, menyatakan bahwa momentum peningkatan akreditasi ini sekaligus menjadi refleksi letak kekurangan Prodi supaya dapat meningkatkan mutu pendidikan.
“Dengan mempelajari akreditasi, sebenarnya kita bisa tahu mana kekurangan kita. Dari situlah akhirnya kita memperbaiki diri gitu. Jadi tidak sebatas predikat, tapi lebih ke cara kita untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ucapnya saat diwawancarai secara langsung, Selasa (7/7/2026).

Postingan Instagram s1_giziunsika, Senin (6/7/2026).
Mukhlas melanjutkan tantangan yang sangat terasa terjadi pada indikator penyesuaian lab. Namun karena ada dana hibah, Fikes berhasil menangkap kesempatan untuk memperbaiki lab-lab di Prodi Gizi.
“Indikator yang paling terasa sekali menurut kami adalah dari lab sendiri ya, untuk (Prodi) Gizi. Melalui dana hibah juga sebenarnya, jadi kita dari (Prodi) Gizi terutama menangkap lah ada kesempatan dana revitalisasi kemarin. Dari hibah itu kita manfaatkan untuk memperbaiki lab-lab di (Prodi) Gizi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wakil Dekan (Wadek) Fikes, Vriezka Mierz, merincikan lab yang memenuhi asesor dilihat dari segi banyaknya jenis alat, seberapa canggih sampai apakah ruangannya sudah memadai.
“Labnya ini yang dilihat asesor. Seberapa banyak jenis alatnya, seberapa canggih, ruangannya apakah memadai,” sambungnya saat diwawancarai secara langsung, Selasa (7/7/2026).
Kemudian, untuk mencapai akreditasi unggul, Mukhlas menyebutkan pihak-pihak yang sudah turut andil, mulai dari pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni, sampai ke Tenaga Pendidik (Tendik).
“Semuanya bekerja ya, pimpinan, dosen, kemudian juga mahasiswa, alumni, Tendik, itu semua bekerja sama untuk menyukseskan ini. Jadi, saya salut sekali lah dengan teman-teman Fikes yang bahu-membahu,” paparnya.
Hal ini divalidasi oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Gizi (Himagi), Kesa Anggraeni, ia menyatakan memang mahasiswa juga berkontribusi mulai dari prestasi akademik dan non akademik sampai evaluasi pembelajaran.
“Dari mahasiswa juga berkontribusi dalam akreditasi tersebut, di mana ada beberapa indikator-indikator yang melibatkan mahasiswa, mulai dari prestasinya, baik di akademik maupun nonakademik, lalu evaluasi mengenai pembelajaran yang biasanya dilakukan setelah ujian,” jelasnya saat diwawancarai via Whatsapp, Selasa (7/7/2026).
Melalui predikat Unggul, Mukhlas menjelaskan bahwa ini akan mempermudah mahasiswa Prodi Gizi untuk melanjutkan profesi dietisien karena program dietisien mengutamakan kampus dengan akreditasi unggul.
“Yang paling terasa sebenarnya mereka bisa melanjutkan profesi lebih mudah. Kan Gizi itu juga ada profesinya, dietisien namanya. Jadi program Prodi-Prodi dietisien ini menerima karena yang unggul yang diutamakan,” jelasnya.
Di luar itu, Kesa mengeluhkan pihak fakultas belum menyediakan ruang diskusi atau gazebo untuk dimanfaatkan mahasiswa sebagai sarana mengerjakan tugas kelompok ataupun menunggu pergantian kelas sehingga mahasiswa menumpuk di tangga kabin dan sebabkan menutupnya akses jalan.
“Lebih ke penyediaan ruang diskusi atau gazebo yang bisa dimanfaatkan mahasiswa saat mengerjakan tugas kelompok maupun menunggu pergantian kelas, karena di kampus dua sendiri itu belum tersedia, banyak mahasiswa kalo menunggu pergantian kelas itu menunggu di tangga tangga kabin, sehingga bisa menutup akses jalan dan kurang enak aja diliatnya,” lanjutnya.

Kondisi Kabin di Unsika Kampus 2, Sabtu (11/7/2026).
Kesa turut memberi catatan untuk pihak fakultas agar dapat ditingkatkan seperti kualitas pembelajaran, fasilitas praktikum, dan terbuka luasnya kesempatan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan di luar kampus.
“Beberapa hal yang menurut saya masih bisa terus ditingkatkan, misalnya seperti kualitas pembelajaran agar tetap mengikuti perkembangan Ilmu Gizi di era zaman sekarang ini, lalu fasilitas praktikum yang semakin mendukung, serta kesempatan mahasiswa untuk mengikuti penelitian, kompetisi, maupun kegiatan di luar kampus bisa semakin terbuka luas,” jelasnya.
(NSK, NYV)