Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (BEM Fasilkom) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) kembali menggelar Fasilkom Fest 2026 sebagai program unggulan yang dirancang sebagai wadah integrasi antara keilmuan teknologi, kreativitas seni, dan sportivitas olahraga. Seminar Nasional dengan tema "Work Smarter, Stay Human: AI as Your Strategic Co-Pilot" merupakan puncak kegiatan acara yang mengkolaborasikan pendekatan humanis dalam penggunaan Artificial Intelligence (AI). Acara puncak tersebut sukses digelar di Aula Husni Hamid, Gedung Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang, pada Sabtu (24/10/2026). Sebelumnya, telah berlangsung beberapa perlombaan dengan tema "The Intelligent Games: Competing with Soul and Integrity" yang juga turut memeriahkan rangkaian acara. Perlombaan tersebut terdiri dari Business Plan Competition (BPC), E-Sport & Futsal, dan Modern Dance.
Ketua Pelaksana Fasilkom Fest 2026, Amirul Ihsan, menjelaskan bahwa tujuan mengangkat kedua tema besar tersebut adalah untuk meningkatkan integritas mahasiswa dan menekankan kepada pelibatan kebijaksanaan manusia dalam penggunaan AI sebagai sarana bantu.
“Untuk perlombaan ini kita lebih mengunggulkan ataupun lebih meningkatkan terkait integritas seseorang (mahasiswa) dalam melaksanakan perlombaan ataupun pertandingan. Untuk seminar, kita lebih ke bagaimana penggunaan AI itu digunakan sebagai sarana yang memang sesuai dengan ketentuan yang manusia. Jadi, memang betul-betul sebagai copilot kita,” ungkapnya saat diwawancarai langsung, Sabtu (24/10/2026).
Selain mahasiswa, perlombaan Fasilkom Fest 2026 juga menggaet kalangan umum atau di luar mahasiswa Unsika. Seminar Nasional juga dijalankan dengan skala jangkauan nasional yang dibagi dengan dua golongan peserta, yaitu secara daring dan juga langsung di tempat, diadakannya hal tersebut memudahkan peserta luar kota untuk turut mengikuti kegiatan seminar.
“Untuk sasarannya kita karena ada dua kegiatan untuk perlombaan sendiri itu kita untuk seluruh mahasiswa dan juga orang umum. Memang kita buat perlombaan itu umum dan untuk seminar juga kita lebih nasional malah lebih besar. Bisa dari online dan juga offline gitu. Jadi, dari luar kota pun bisa boleh ataupun mengikuti kegiatan seminar ini,” lanjutnya.

Penampilan pemenang lomba modern dance Fasilkom Fest 2026, Sabtu (24/10/2026).
Memiliki perbedaan dengan acara atau kegiatan pada umumnya, ia memperjelas bahwa acara kali ini menyatukan ajang perlombaan dengan keilmuan berupa seminar nasional. Berdasarkan tema acara yang dimuat pihaknya berusaha untuk membangun kesadaran banyak orang atas maraknya penggunaan AI yang perlu dibatasi dengan keilmuan yang dimiliki pengguna.
“Mungkin buat yang dibedakan antara acara kegiatan ini dan juga kegiatan yang lain yaitu di kegiatan kita itu enggak hanya sekedar perlombaan tapi juga ada ilmu yang bisa kita dapatkan yaitu berupa seminar, yang menuntun kita bagaimana menggunakan AI itu dengan baik dan benar. Karena apalagi di zaman yang begitu pesat ini penggunaan AI itu sangat masif kita perlu menameng ataupun membatasinya dengan ilmu-ilmu yang diperlukan,” paparnya.
Salah satu peserta, Lia, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi angkatan 2026, mengungkapkan bahwa ketertarikannya mengikuti acara tersebut didasari oleh relevansi topik seminar dengan program studinya.
“Karena kebetulan aku kan prodinya Sistem Informasi dan seminar yang judulnya tuh relevan lah sama jurusan aku dan juga dapat poin SKP (Sistem Kredit Prestasi) juga, jadi lumayan,” ungkapnya saat diwawancarai langsung, Sabtu (24/10/2026).
Lebih lanjut, ia menangkap makna bahwa salah satu pembelajaran penting yang diperoleh dari seminar ini adalah perlunya bersikap kritis terhadap informasi yang dihasilkan oleh AI. Menurutnya, penggunaan AI perlu diimbangi dengan kemampuan memverifikasi informasi agar pengguna tidak langsung menerima hasil yang diberikan tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kita jadi tahu kalau jangan langsung percaya 100% sama AI. Walaupun kita searching ke AI, kita harus memastikan informasinya lagi, benar atau nggak. Kendali itu harus ada di kita, jangan di AI,” jelasnya.
Amirul Ihsan, menaruh harap untuk peserta yang mengikuti kegiatan ini agar mendapatkan pengetahuan atas penggunaan AI yang mengedepankan integritas diri penggunanya, ditambah ia juga mewanti atas penyalahgunaan AI yang kerap terjadi.
“Harapannya mungkin dari mahasiswa ataupun dari peserta yang sudah mengikuti itu bisa memahami dan juga bisa mengetahui bahwa selain kita menggunakan AI itu perlu ada namanya integritas. Perlu ada namanya batasan-batasan dan juga jangan sampai penggunaan AI ini salah digunakan untuk keperluan yang lain,” harapnya.
Lia sebagai peserta juga berharap agar penyelenggaraan acara Fasilkom dapat terus berkembang dan menjadi lebih baik pada masa mendatang.
“Harapannya semoga sukses terus, semoga tambah lebih baik lagi kedepannya,”pungkasnya.
(DST, RM)