Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Hima-Aksi), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Singaperbangsa Karawang (BEM FEB Unsika) menyelenggarakan seminar international Accelerate yang merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis Hima-Aksi di Aula Syekh Quro, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menarik antusiasme yang cukup tinggi dengan meraih pendaftar sebanyak kurang lebih 200 peserta dan berhasil menghadirkan sekitar 165 peserta. Bahkan, Hima-Aksi berhasil mencapai 1.000 peserta daring yang mendaftar melalui platform digital.

 

Ketua Pelaksana Dies Natalis Hima-Aksi 2026, Nadia Ramadhani, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini mengusung tema “Digital Transformation: Setting the Future Profession Accountant.” Tema tersebut didasari oleh pentingnya transformasi digital dalam menghadapi perkembangan teknologi serta mempersiapkan profesi akuntan di masa depan. 

 

“Kita pengen di era digital sekarang profesi akuntansi masa depan sudah terbuka wawasan tentang digital, apalagi seperti pembukuan berbasis AI (Artificial Intelligence) atau pembukuan berbasis komputer. Jadi kita ingin bawa topik itu agar bisa dipraktikkan atau disampaikan dalam materi,” ujarnya saat diwawancarai langsung, Jumat (23/10/2026).

 

Sesi tanya-jawab pematerian pertama oleh Icuk Rangga Bawono, Jumat (23/10/2026).

 

Seminar tersebut menghadirkan dua pemateri untuk memberikan wawasan kepada para audiens mengenai transformasi digital. Pemateri pertama disampaikan oleh Dosen FEB Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Icuk Rangga Bawono. Ia mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi digital, analisis data, dan kecerdasan buatan (AI) dinilai lebih efektif. Namun, dalam penerapannya perlu diimbangi dengan profesionalitas, integritas, serta tanggung jawab. 

 

“Transformasi digital dalam akuntansi sektor publik berperan penting dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan pemerintah. Melalui teknologi digital, analisis data, dan kecerdasan buatan (AI), pengelolaan keuangan pemerintah dapat dilakukan dengan lebih efektif. Namun, penerapan teknologi harus didukung oleh keterampilan profesional, integritas, dan tanggung jawab etis,” ujarnya saat menyampaikan materi, Jumat (23/10/2026).

 

Pemateri kedua, Dekan Fakultas Bisnis, Ekonomi dan Akuntansi Universiti Malaysia Sabah, Mohd. Rahimie bin Abd. Karim, mengatakan bahwa transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam bidang akuntansi, keuangan, dan perbankan. Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja serta mendukung pengambilan keputusan.

 

“Transformasi digital telah mengubah profesi akuntansi, keuangan, dan perbankan. Teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dapat meningkatkan efisiensi dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Namun, penerapannya harus didukung oleh data yang akurat, pengendalian yang efektif, tanggung jawab etis, dan pertimbangan profesional,” ujarnya saat menyampaikan materi, Jumat (23/10/2026). 

 

Di akhir kalimat ia juga mengatakan tentang bagaimana negara Indonesia dan Malaysia dapat menjadi peluang untuk bertukar pengetahuan dan meningkatkan profesi akuntan untuk masa depan. 

 

“Terakhir, kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia dapat membuka peluang berharga untuk berbagi pengetahuan, memperkuat kompetensi profesional, dan mempersiapkan masa depan profesi kita. Teknologi mungkin mengubah cara kita bekerja,” sambungnya. 

 

Pematerian oleh Mohd. Rahimie bin Abd. Karim, Jumat (23/10/2026).

 

Salah satu peserta mahasiswa Akuntansi angkatan 2024, Hafidz, menyebut  materi yang disebutkan sangat bermanfaat dan berbobot. Ia menyampaikan bahwa materi yang disampaikan memberikan pemahaman baru yang bermanfaat, baik terkait organisasi sektor publik maupun transformasi digital. Menurutnya, ilmu yang ia dapatkan tidak hanya menambah wawasan pribadi, tetapi juga bisa menjadi bahan untuk diskusi di ruang kelas.

 

“Pertama tentang organisasi sektor publik, jadi saya lebih paham gimana sih alurnya dan kerjanya dalam organisasi sektor publik. Yang kedua itu tadi transformasi digital yang dari pemateri Malaysia, itu lumayan daging ya materinya, walaupun saya little-little (bahasa) english-nya, ya lumayan lah bisa memahami apa artinya. Dan dari kegiatan seminar internasional ini saya kan dari Akuntansi (sehingga) lumayan memahami banget. Jadi, buat nanti di kelas kuliah bisa saya sampaikan ke dosen,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (23/10/2026).

 

Hafidz berkesan bahwa acara tersebut berjalan dengan menyenangkan dan berharap kualitasnya terus ditingkatkan ke depannya. Ia juga berharap pemateri dapat menyampaikan materi dalam dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Selain itu, ia juga berharap acara serupa dapat berkembang lebih luas lagi dengan jangkauan pemateri yang lebih luas.

 

“Pesannya terus ditingkatkan dan kesannya ini seru banget sih dan harapannya semoga pematerinya bisa double, bisa (bahasa) english dan indo (bahasa Indonesia). Tadi saya dijawabnya pakai english jadi saya lupa juga buat request (dijawab dengan bahasa Indonesia) gitu aja,” tambahnya.

 

(MOS, KNY, KH)