Pergantian pucuk pimpinan dalam sebuah institusi pendidikan tinggi kerap kali tidak berdiri sendiri. Satu keputusan struktural di tingkat universitas dapat memicu efek berantai yang merambat hingga ke level fakultas maupun program studi. Fenomena inilah yang terjadi di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), tepatnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), setelah Mayasari resmi dilantik sebagai Wakil Rektor (Warek) Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama pada Selasa, (18/8/2026).
Kepindahan Mayasari yang sebelumnya menjabat Dekan FISIP sejak 2023 itu turut membuka jalan bagi rangkaian pergantian kepemimpinan di fakultas yang ia tinggalkan, mulai dari kursi dekan hingga wakil dekan.
1. Dari Dekan FISIP menuju Kursi Wakil Rektor
Mayasari yang sebelumnya menjabat sebagai Dekan FISIP sejak 2023, kini harus membagi fokusnya dari satu fakultas menjadi sembilan fakultas sekaligus. Ia mengakui bahwa transisi ini membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar dibandingkan posisi sebelumnya.
“Ya, kalau ditanya bagaimana perasaannya jadi Warek, berarti bertambah tanggung jawab. Dari satu fakultas menjadi sembilan fakultas, ya kan?” ujarnya saat diwawancarai langsung, Senin (24/8/2026).
Ia menambahkan, meski bidang yang diampunya sebagai Warek III secara formal hanya mencakup Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, cakupan kerjanya tetap merentang ke sembilan fakultas.
“Orang Warek III itu hanya membidangi Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, tapi berarti kan sembilan fakultas yang harus dirangkul,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa arah kebijakannya sebagai Warek III tetap berpijak pada apa yang telah dibangun oleh para pendahulunya, sembari tetap membuka ruang evaluasi terhadap capaian yang sudah ada.
“Poin-poin apa saja yang mana sudah dilakukan mungkin oleh pendahulu dan mana juga yang akan kita lakukan. Kekurangan apa yang harus kita perbaiki dan mana yang sudah menjadi kelebihan juga akan kami terus jaga,” tuturnya.
2. Kekosongan Kursi Dekan FISIP dan Naiknya Zainal Abidin
Kepindahan Mayasari ke jajaran rektorat otomatis meninggalkan kekosongan pada posisi Dekan FISIP. Sesuai dengan Statuta Unsika dan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 41 Tahun 2025, kekosongan jabatan dekan diisi oleh wakil dekan di fakultas yang bersangkutan. Posisi tersebut kemudian jatuh kepada Zainal Abidin yang sebelumnya menjabat Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FISIP.
“Posisi dekan FISIP kosong, siapa yang berhak untuk menggantikan? Kalau di Statuta Universitas Singaperbangsa Karawang, Permendikbudristek nomor 41 tahun 2025, ketika ada kekosongan dekan, yang menggantinya itu adalah wakil dekan di fakultas tersebut,” ungkap Zainal Abidin saat diwawancarai langsung, Senin (24/8/2026).

Mayasari saat menandatangani dokumen pengesahan, Selasa (18/8/2026).
3. Efek Berantai: Kursi Wadek II Diisi Fajar Hariyanto
Naiknya Zainal ke kursi dekan turut menyisakan kekosongan pada posisi Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (Wadek II) yang sebelumnya ia jabat. Posisi tersebut kini diisi oleh Fajar Hariyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator Program Studi S2 Ilmu Komunikasi FISIP Unsika.
“Wakil dekan berarti kosong. Wakil dekan juga sudah ada penggantinya, yaitu Pak Dr. Fajar Hariyanto, S.I.Kom., M.I.Kom. yang dulunya koordinator program studi S2 Ilmu Komunikasi,” jelas Zainal.
Namun, pergantian ini turut menyisakan kekosongan baru di posisi Koordinator Program Studi S2 Ilmu Komunikasi yang ditinggalkan Fajar Hariyanto, Zainal menyebut proses pergantian untuk posisi tersebut sudah diajukan dan tinggal menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK).
“Sudah mengajukan untuk mengganti yang paling menunggu SK saja,” ucapnya.
4. Melanjutkan yang Sudah Dibangun
Meski menjabat dalam waktu yang relatif singkat, baik Zainal maupun Mayasari sama-sama menekankan pentingnya kesinambungan program kerja dibandingkan membangun ambisi baru dari nol.
“Tapi ketika ada pengembangan-pengembangan, tentu itu boleh dilakukan oleh saya di sini sebagai dekan selama 1 tahun ke depan, yaitu untuk mengembangkan kerja sama-kerja sama dengan instansi pemerintah, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun di pusat. Itu yang akan saya tekankan dulu paling sementara ini,” pungkas Zainal.
Senada dengan hal tersebut, Mayasari juga menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh fakultas di Unsika dalam memperluas jaringan kerja sama.
“Mangga (silakan) kita berjalan bersama. Saya maunya kita berjalan beriringan bersama, maju bersama,” tutupnya.
MRZ, PAI