Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Singaperbanga Karawang (Unsika), mendesak pihak rektorat untuk pengelolaan Gedung 0108 bagi mahasiswa Fasilkom. Desakan ini di inisiasi melalui propaganda dengan menempelkan banner yang dilakukan oleh BEM Fasilkom, Kamis (13/8/2026).
Ketua BEM Fasilkom, Fauzan Gayo, mengatakan propaganda yang dilakukan bertujuan untuk menempuh upaya dialog dengan pihak rektorat karena gedung terbengkalai yang dijanjikan pihak rektorat sudah bisa di renovasi ulang karena sudah tidak menjadi barang bukti kasus korupsi dan sudah dikembalikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
“Kita pengenin tuh kita ada obrolan terbuka dari teman-teman Fasilkom sama pihak rektorat. Jadi gedung ini tuh kan terbengkalai karena kasus tindak pidana korupsi kan, tapi gedung ini tuh kan sudah bebas ya dari permasalahannya dari sidang dan lain-lainnya dan sudah dikembalikan juga ke Dinas PUPR,” ucapnya saat diwawancarai langsung, Jumat (14/8/2026).

Kondisi Gedung 0108 yang terbengkalai, Selasa (18/8/2026).
Fauzan mengeluhkan tidak adanya keseriusan pihak kampus terkait hak kelas untuk mahasiswa Fasilkom sedangkan untuk Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi Fasilkom sangat tinggi.
“Nah, gedung ini berarti sudah lepas dari barang bukti ini pada tahun 2024 akhir, sampai sekarang 2026 masih belum ada rancangan untuk entah itu akan dibangun ulang atau diapakan gitu. Dan belum ada kejelasan bahwasanya Fasilkom ini mau ke mana. Karena dari 2019 sampai 2026, total 7 tahun tuh kita dijanjiin kampus. IPI Fasilkom 19 juta dan UKT kita tertinggi itu kan 6,9 juta ya di Fasilkom, dan Fasilkom sendiri itu tidak kurang lah akan hak untuk mendapatkan kelas,” keluhnya.
Rektor Unsika, Ade Maman Suherman, menanggapi permasalahan gedung yang gagal harus menempuh langkah panjang, tetapi perihal Rekomendasi Teknis (Rekomtek) dari pemerintah provinsi sudah resmi turun.
“Fasilkom kan gedung yang gagal itu mestinya kalau membuat satu institusi publik yang permanen ya enggak bisa ketika hari ini ingin, terus besok dilaksanakan, enggak. Dan sekarang sudah turun rekomteknya dari provinsi,” ungkapnya saat diwawancarai langsung, Senin (17/8/2026).

Propaganda yang terpasang pada Gedung 0108, Senin (17/8/2026).
Ia juga menambahkan, pihak rektorat Unsika sedang mengupayakan dan meminta mahasiswa untuk bersabar karena Unsika sedang berada ditahap perkembangan.
“Unsika ini sedang tumbuh berkembang dan juga untuk ada sedikit kesabaran dalam tanda petik ya, kita tidak ujug-ujug besok bisa jadi,” tambah Ade Maman.
Fauzan berharap pihak rektorat membuat bukti tertulis tentang keseriusan dalam menangani persoalan ruang kelas bagi mahasiswa Fasilkom, mereka tidak ingin tata kelola ruang bagi Fasilkom terpisah-pisah karena akan menyulitkan dalam proses perkuliahan.
“Harapannya kita pengen pihak rektorat itu setidaknya kita punya bukti tertulis gitu, atau perjanjian tertulis atau berita acara atau apapun itu, yang memang resmi bahwasanya rektorat itu tuh siap menyediakan gedung untuk proses belajar mengajar Fasilkom yang layak gitu. Dari tata usaha, dari ruang dosen, dari praktikum, dari ruang belajar untuk teori biasa itu kita pengen di ada di satu gedung yang sama. Kita nggak pengen lah bagi-bagi gitu. Karena itu bakal nyusahin mahasiswa juga pada akhirnya,” harapnya.
(PAI)