Jam operasional layanan Perpustakaan Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) mengalami penyesuaian selama bulan Ramadan, hanya berlangsung dari pukul 8.00-15.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) sesuai surat edaran Kementerian Agama (Kemenag) dan rektorat, yaitu SE Sekjen Kemenag No 4 Tahun 2026 serta SE No 2/UN64.6/SE/2026. Selain itu, pihak perpustakaan juga berencana memperpanjang jam operasional dari pukul 8.00-19.00 WIB setelah Lebaran sebagai uji coba untuk meningkatkan pemanfaatan layanan oleh mahasiswa.
Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Unsika, Irawati Surjana, menyampaikan bahwa saat ini jam layanan perpustakaan pada kondisi normal berlangsung dari pukul 8.00-16.00 WIB. Namun, selama bulan Ramadan, jam operasional mengalami penyesuaian mengikuti surat edaran dari Kemenag dan Rektorat.
“Jadi gini, jam layanan perpustakaan itu kan memang jam 8 sampai jam 4 sore. Untuk layanan normal, sementara karena kita sekarang ini sedang bulan puasa jadi kita menyesuaikan edaran dari kementrian. Kan memang sudah ada edaran dari kementrian dan edaran dari Rektor Unsika bahwa jam kerja hanya sampai pukul 15.00 jadi menyesuaikan dengan surat edaran tersebut,” ujar Irawati saat diwawancarai secara langsung, Senin (9/3/2026).

Surat Edaran dari Pihak Rektorat No 2/UN64.6/SE/2026.

Surat Edaran dari Pihak Kemenag SE Sekjen Kemenag No 4 Tahun 2026.
Sementara itu, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Rido Wirasatriazi Setiawan, menuturkan penilaiannya bahwa perpustakaan menjadi tempat yang nyaman untuk mengerjakan tugas karena suasana tenang dan mendukung konsentrasi.
“Salah satu alasan utamanya karena perpustakaan itu memiliki aturan dimana tidak boleh berisik, dimana ketika kita sedang mengerjakan tugas ataupun sedang kerja kelompok mungkin ya, kita membutuhkan kefokusan, jadi ketika kita berada di tempat sunyi kita akan bisa lebih fokus untuk mengerjakan suatu hal seperti itu,” tuturnya saat diwawancarai secara langsung, Kamis (5/3/2026).
Rido mengatakan pernah kesulitan mencari referensi buku sepulang kuliah karena perpustakaan sudah tutup.
“Saat itu saya selesai kelas itu sore dan dimana saya ingin mencari buku untuk sebagai referensi membuat makalah jadi saya ingin ke perpustakaan, namun saat ke perpustakaan ternyata perpustakaannya sudah tutup jadi saya tidak bisa untuk meminjam ataupun melihat buku yang ingin saya cari seperti itu,” katanya.
Rido mengungkapkan kondisi tersebut membuat mahasiswa kesulitan mencari tempat yang tenang untuk mengerjakan tugas atau berdiskusi kelompok di lingkungan kampus.
“Dampaknya sendiri kita mungkin bisa disebut kesulitan ya, kesulitan mencari tempat yang memang sunyi di kampus gitu karena terkadang kita selesai kelasnya itu sore ya dan ternyata saat sore itu perpustakaan sudah tutup jadi kesulitan kita untuk mencari tempat yang nyaman dan cocok untuk melakukan tugas ataupun bekerja kelompok,” ungkapnya.
Menurutnya, jam operasional perpustakaan ideal menyesuaikan dengan jadwal perkuliahan mahasiswa.
“Oke kalau melihat dari KRS (Kartu Rencana Studi) kita, jadwal perkuliahan kita itu kan sampai jam 6 sore ya dan mungkin saya lebih menginginkan perpustakaan juga membuka perpustakaan itu sampai jam 6 sore juga sesuai dengan penjadwalan kuliah seperti itu,” ujarnya.

Suasana Perpustakaan Unsika pada siang hari di bulan Ramadan, Kamis (12/3/2026).
Irwanti menjelaskan bahwa setelah Ramadan, perpustakaan akan kembali beroperasi dengan jam layanan normal. Selain itu, pihak perpustakaan juga telah mengajukan rencana perpanjangan jam layanan kepada pihak rektorat.
“Setelah selesai puasa kita balik ke jam normal yang sampai jam 4 sore, tapi menyesuaikan dengan himbauan waktu itu kan sempet ada akreditasi ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute). Kami juga dari perpustakaan diminta untuk membuka layanan perpustakaan lebih panjang, jadi rencana sudah meminta kepada pimpinan kepada rektor nanti insyaallah setelah lebaran sekitar bulan April layanan perpustakaan akan dibuka dengan jam lebih panjang sampai jam 7 malam,” jelasnya.
Irwanti menambahkan perpanjang jam layanan tersebut akan diterapkan terlebih dahulu sebagai uji coba sebelum dilakukan evaluasi lebih lanjut.
“Nanti kami lihat dulu seberapa besar peminatnya atau antusiasmenya mahasiswa dosen untuk memanfaatkan perpustakaan kalau kami buka sampai jam 7 malam. Nanti setelah itu kami berjalan mungkin dilihat dulu 2 bulan atau 3 bulan nanti kami evaluasi lagi apakah efektif atau tidak gitu,” tambahnya.
Rido berharap layanan perpustakaan kedepannya dapat terus ditingkatkan, baik dari segi waktu operasional maupun ketersediaan koleksi bacaan bagi mahasiswa.
“Semoga jam buka di perpustakaan bisa diperpanjang dan bisa buka di hari Sabtu ataupun Minggu. Selain itu, saya harap perpustakaan bisa menambah buku novel fiksi ataupun nonfiksi,” harapnya.
Penulis: SYA, CCR, YSZ