Sumber: Spotify.com 

 

Judul Lagu: “BDO” 

Penyanyi atau Band: Alkateri & Tomy Herseta 

Penulis Lagu: Fauzan Ghifari, Felmy Herdianto, Reza Zulmi Yustisia, Rifqi Maulana, Hadyan 

Fazari, Galuh Ilham  

Produser: Alkateri 

Label Rekaman: Gedung 4 Records  

Genre: Pop/Indie Pop  

Tahun Rilis: 26 April 2024  

Durasi Lagu: 5:09 

Album: Kontemplasi  

 

Pendahuluan  

Musik tidak hanya untuk kesenangan, tetapi juga alat bagi seseorang untuk menceritakan pengalaman, perasaan, dan pandangan hidupnya. Lirik, melodi, dan aransemen dalam sebuah lagu bisa mengajak pendengarnya merasakan suasana tertentu sehingga muncul berbagai makna yang berbeda-beda. Tidak langka, sebuah lagu terasa sangat dekat dengan pengalaman pribadi pendengarnya hingga meninggalkan kesan yang dalam.  

 

Salah satu lagu yang memberi pengalaman itu adalah "BDO" yang dibuat oleh Alkateri dan Tomy Herseta. Lagu ini menciptakan suasana yang damai dan penuh pemikiran, disertai dengan lirik berbobot serta dalam. Sebaliknya, "BDO" tidak hanya menampilkan Bandung sebagai kota indah dan romantis, melainkan mengajak pendengar untuk melihat sisi lain kota ini, yaitu sebagai tempat yang menyimpan berbagai cerita mengenai harapan, kegelisahan, kesepian, dan proses tumbuh berkembang. Nuansa yang dihasilkan dari musik dan lirik membuat lagu ini terasa sangat relevan dengan kehidupan banyak anak muda yang sedang mencari tujuan dalam hidupnya.

 

Interpretasi lagu 

Ada lagu-lagu yang hanya lewat di telinga dan ada lagu terasa seperti kota itu sendiri. Kota itu dingin, penuh gema, lalu perlahan tinggal di dalam kepala seseorang terlalu lama. "BDO" dari Alkateri terasa seperti itu.  

 

Lagu ini bukan hanya menceritakan Bandung sebagai tempat. Ia menjadikan Bandung seperti tubuh yang bernapas: dingin, lelah, romantis, tetapi menyimpan kesepian di sudut-sudut yang tidak semua orang perhatikan. Ketika nada-nada mulai bermain, rasanya seperti sedang melangkah perlahan di jalanan kota tengah malam, di bawah lampu-lampu redup, dengan udara yang masih basah setelah hujan, dan pikiran yang terlalu penuh untuk bisa langsung pulang.  

 

Romantisasi kota yang tak berujung Ode tercipta dari insan tak beruntung,” dua baris itu terasa seperti isi paling penting dari seluruh lagu. Ketika Bandung selama ini sering dianggap sebagai kota yang indah yang dipenuhi kopi, musik, hujan, dan cerita cinta. Kemudian, orang-orang datang membawa kamera dan rasa ingin tahu, lalu pergi dengan foto-foto yang terlihat hangat. Tetapi "BDO" seolah mencoba membuka sisi lain dari romantisasi itu, yaitu bahwa di balik segala keindahan yang selalu dipuji, ada banyak orang secara diam-diam sedang hancur.  

 

Lagu ini seperti surat yang dikirimkan oleh orang-orang yang sudah terlalu lama hidup sendirian dalam pikirannya. Ada rasa sakit yang muncul dari cara “BDO” mengambil foto Bandung. Bukan sakit yang tiba-tiba hebat, tetapi sakit yang perlahan terasa. Seperti seseorang yang terus berjalan di kota ini sambil membawa luka yang selalu belum sembuh. Dan justru karena itu lah lagu ini terasa jujur. Bandung di dalam "BDO" bukan kota menyenangkan, ia hanya pandai mengubah rasa sedih menjadi sesuatu yang terlihat indah.  

 

Setiap nada gitar dan suara vokalnya membuat pendengar terbawa masuk ke sudut-sudut kecil kota: tempat orang-orang yang sedih masih berada di sana sampai larut malam, tempat para pemuda mencoba menunjukkan kekuatan mereka sambil menyembunyikan kekacauan hidup mereka, serta musik menjadi cara terakhir untuk melarikan diri sebelum kenyataan kembali datang di pagi hari.  

 

Dan mungkin, itu yang membuat lagu ini terasa sangat dekat dan spesial bagi banyak orang. Ia membicarakan Bandung yang ada di pikiran orang-orang yang merasa kesepian. Bandung mengiringi orang pulang larut malam dengan earphone terpasang dengan pandangan kosong ke arah jendela kendaraan. Bandung membuat seseorang merasa didampingi sekaligus semakin mengenal diri sendiri dari dalam.  

 

Ada perasaan sedih yang terus menerus selama lagu ini, tetapi anehnya juga merasa hangat. Seolah-olah Alkateri ingin menyampaikan bahwa tidak masalah jika hidup belum berjalan baik. Tidak apa-apa kalau beberapa orang hanya bisa bertahan dengan cara mendengarkan musik keras-keras sambil menatap lampu kota yang redup karena hujan.  

 

Ketika lagu berakhir, yang tersisa bukan hanya melodi. Namun perasaan seperti sudah berjalan jauh di kota yang tahu semua luka kita, tetapi tetap memilih tidak berkata apa-apa. Mungkin karena Bandung memang seperti itu, dia tidak pernah benar-benar memeluk siapapun, tetapi dia selalu punya tempat untuk orang-orang yang hampir runtuh.  

 

Kelebihan Lagu  

Lagu "BDO" punya kemampuan istimewa dalam menciptakan suasana yang penuh perasaan lewat gabungan antara lirik dan musiknya. Liriknya terasa sangat indah dan berkesan, sehingga memungkinkan pendengar merasakan dan memahami lagu berdasarkan pengalaman hidup mereka masing-masing. Selain itu, alunan musik tenang dan suasana yang atmosferik membuat pendengar merasa seperti sedang berjalan di berbagai sudut Kota Bandung sambil memikirkan berbagai pengalaman mengenai kehidupan, harapan, serta kesepian. Gabungan suara Alkateri dan Tomy Herseta terdengar selarasan sehingga mampu memperkuat perasaan yang ingin diungkapkan. Lagu ini tidak hanya menyenangkan didengar, tetapi juga mampu meninggalkan kesan yang luar biasa setelah berakhir.  

 

Kekurangan Lagu  

Meski memiliki banyak keunggulan, lagu "BDO" juga memiliki beberapa kelemahan. Lirik berbentuk puitis dan menggunakan banyak metafora membuat maknanya sulit dipahami bagi seluruh pendengar, terutama bagi orang-orang yang lebih suka lirik tegas dan langsung. Selain itu, kecepatan lagu yang agak perlahan dan suasana sedih mungkin tidak terasa menarik bagi orang-orang yang lebih suka musik dengan irama cepat dan penuh energi. Bagi sebagian orang, aransemen yang sederhana bisa terasa membosankan jika didengar berulang kali. Meskipun begitu, hal itu lebih tergantung pada selera musik masing-masing orang yang mendengarkannya daripada pada kualitas lagu itu sendiri.  

 

Kesimpulan  

Lagu "BDO" yang diciptakan oleh Alkateri bersama Tomy Herseta tidak hanya menghadirkan musik enak didengar, tetapi juga menyampaikan pesan dalam melalui lirik dan atmosfer yang dibangunnya. Lagu ini mengajak pendengar untuk melihat Bandung tidak hanya sebagai kota yang dikenal dengan keindahan dan kesan romantis, tetapi juga sebagai tempat menyimpan berbagai kisah tentang harapan, kesepian, perjuangan, serta perjalanan menuju kedewasaan. Karena liriknya bersifat puitis, setiap orang yang mendengarkan bisa memahami lagu itu dengan cara berbeda, sesuai dengan pengalaman hidup masing-masing.  

 

Secara keseluruhan, "BDO" mampu menggabungkan lirik yang kuat, aransemen yang memperkuat suasana, dan pesan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari banyak anak muda. Meskipun artinya tidak selalu mudah dipahami dan iramanya cenderung pelan, hal itu justru membentuk ciri khas yang membuat lagu ini terasa lebih tulus serta lebih mudah diingat. Jadi, "BDO" bisa dianggap sebagai lagu musik yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengajak pendengarnya untuk berhenti sejenak, memikirkan kehidupan, dan mencari arti dari perjalanan yang sedang mereka alami.  

 

 

Penulis: Aan Mansyur

Desainer: Azizah Marzha