Jurnalistik Fakultas Hukum (FH) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) sukses menggelar seminar jurnalistik tingkat nasional secara tatap muka di Aula Syekh Quro pada Kamis, (17/9/2026) dengan tema “Jurnalisme sebagai Pilar dalam Membangun Kesadaran dan Opini Publik.”
Ketua Pelaksana Seminar Nasional Jurnalistik FH Unsika 2026, Sabrina Nesya Aulia, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk membangun masyarakat yang kritis melalui peran jurnalisme di tengah derasnya arus informasi digital.
“Kegiatan ini tentunya menjadi wadah edukasi dan juga diskusi mengenai pentingnya peran jurnalisme yaitu dalam membangun masyarakat yang kritis dan berintegritas di tengah derasnya arus informasi digital,” ucapnya saat menyampaikan sambutan secara langsung, Kamis (17/9/2026).
Dalam wawancara, Nesya mengatakan tema tersebut diangkat karena perkembangan informasi di era digital berlangsung sangat cepat, tetapi juga diikuti dengan banyaknya hoaks dan informasi yang belum terverifikasi.
“Jadi latar belakangnya tuh tema ini kami angkat karena di era digital informasi ini tuh berkembangnya sangat cepat, Kak. Tapi juga banyak hoaks dan juga informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih kritis dalam menerima dan menyampaikan informasi. Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan tema berkaitan dengan peran jurnalis dalam membantu masyarakat memahami informasi yang beredar.
“Kami memilih tema ini karena melihat para jurnalis ini tuh punya peran penting dalam membentuk cara masyarakat untuk memahami suatu informasi apalagi di era digital sekarang, Kak,” katanya.

Suasana pada Seminar Nasional Jurnalistik FH Unsika 2026, Kamis (17/9/2026).
Sementara itu, Ketua Umum Jurnalistik FH Unsika, Hanna Maulana Dewi, dalam sambutannya menekankan tanggung jawab jurnalisme dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Mari kita jadikan jurnalisme bukan hanya sebagai sarana untuk memberitakan realitas, tapi juga sebagai upaya untuk menalar publik,” ucapnya saat menyampaikan sambutan secara langsung, Kamis (17/9/2026).
Dari sisi salah satu peserta mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2025, Kaila Ramadhani, menilai tema seminar relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, masyarakat dapat dengan cepat mengetahui suatu informasi dan membentuk opini meskipun informasi yang diterima belum dipahami secara utuh.
“Relevan banget soalnya kan kita tau ya, sekarang tuh publik banyak banget langsung kayak tau informasi dikit, langsung kayak beropini ini, ini, ini (membuat berbagai macam opini),” ujarnya saat diwawancarai secara langsung, Kamis (17/9/2026).
Kaila juga menilai materi seminar dapat membantu peserta memilah informasi, termasuk membedakan fakta dan hoaks. Menurutnya, pemahaman tersebut dapat membuat mahasiswa lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
“Supaya kita lebih cerdas dalam bersosial media,” katanya.

Antusias peserta saat mengikuti Seminar Nasional Jurnalistik FH Unsika, Kamis (17/9/2026).
Kaila berharap Seminar Nasional Jurnalistik FH Unsika dapat berjalan dengan baik dan memberikan pengetahuan kepada peserta. Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang pada pelaksanaan berikutnya.
Sementara itu, Nesya berharap peserta tidak hanya mengikuti kegiatan untuk mendapatkan fasilitas yang disediakan panitia, tetapi juga memperoleh pengetahuan dari materi yang disampaikan para pemateri.
“Harapan dari aku dan juga panitia tentunya peserta enggak cuman ngedapetin snack atau kayak merchandise. Nah, peserta tuh udah harus mendapatkan ilmu dan juga pengetahuan yang udah disampaikan oleh pemateri-pemateri yang enggak kalah keren dan enggak kalah hebat,” ujarnya.
(DKT, CCR)