Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menggelar dies natalis ke-42 dengan mengadakan seminar, talkshow, dan pameran di Aula Husni Hamid Karawang, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Merayakan Perjalanan, Menguatkan Kebersamaan untuk Menumbuhkan Potensi Masa Depan Pertanian yang Berkelanjutan” sebagai upaya mendorong perhatian mahasiswa terhadap masa depan sektor pertanian.

Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-42 Faperta Unsika, FAD, mengatakan bahwa perayaan tahun ini tidak hanya berfokus pada kegiatan hiburan, tetapi juga menghadirkan kegiatan akademik melalui seminar nasional dan perlombaan. Rangkaian acara turut melibatkan mahasiswa, alumni, dan peserta dari berbagai kalangan.

“Kenapa kita memilih tema tersebut? Karena setelah kita pertimbangkan dies natalis ini tuh memang ajangnya untuk merayakan perjalanan dari 1 sampai sekarang udah ke-42 tahun. Terus juga untuk ya pengen ngangkut tema juga yang untuk menumbuhkan potensi yaitu karena kita ngerasa pertanian sekarang tuh, generasi gen Z-nya terhadap pertanian agak kurang minatnya tuh. Makanya kita mengambil tema itu juga di ulang tahun ke Faperta kali ini,” ujarnya saat diwawancarai langsung, Sabtu (31/10/2026).

FAD juga menjelaskan, kegiatan Dies Natalis ke-42 meliputi opening ceremony, pemotongan tumpeng, talkshow, doorprize, seminar nasional, perlombaan videografi dan fotografi, serta expo booth pameran.

Talk show oleh Sri Jaya Midan, Sekda Purwakarta sekaligus Ketua IKA Faperta Unsika, bersama Darso Sugiono, S.P., M.P. Sabtu (31/10/2026).

Seminar nasional ini menghadirkan sejumlah pemateri, di antaranya Dedeh Kurniasih dari Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), dan Adwin Pratama Anas, Senior Vice President Operations Eratani. Kegiatan ini juga menghadirkan pemateri dari Kementerian Pertanian yang turut memberikan paparan dan demonstrasi terkait isu swasembada pangan. 

Mahasiswa Agribisnis angkatan 2026, Muhammad Kemal Arya Werenca, mengungkapkan bahwa pemaparan dan praktik pembuatan biosaka merupakan salah satu rangkaian acara yang paling menarik. Ia menilai jika demonstrasi tersebut merupakan pengalaman yang berharga dan jarang didapatkan di bangku kuliah sebagai langkah strategis mendukung ketahanan pangan ke depan.

“Acara rangkaian paling menarik itu ketika Bapak Menteri itu memberikan sebuah biokasa atau biosaka yang menurut saya itu sangat-sangat ilmu yang mahal karena itu tidak ada di kulihan-kuliahan atau di mata pelajaran yang akan diajari, tapi di sini doang saya dapat ilmu itu dan sangat berguna kedepannya,” ungkapnya saat diwawancarai langsung, Sabtu (31/10/2026).

Selain seminar nasional, talkshow menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang melibatkan unsur pimpinan fakultas dan alumni. Talkshow menghadirkan Sri Jaya Midan, Sekretaris Daerah Purwakarta sekaligus Ketua Ikatan Alumni (IKA) Faperta Unsika, bersama Darso Sugiono yang merupakan Wakil Dekan Faperta Unsika. Sesi tersebut membahas perjalanan dan pengalaman di lingkungan Faperta. 

Peserta mengunjungi booth pameran dalam rangkaian expo Dies Natalis ke-42 Faperta Unsika, Sabtu (31/10/2026).

Dies natalis tahun ini juga mengadakan perlombaan videografi dan fotografi. Mahasiswa Agroteknologi angkatan 2026, Kamila, meraih juara pertama kategori videografi melalui karya berjudul “Sisa Tumbuh Bersama”. Video tersebut mengangkat pemanfaatan sisa hasil pertanian menjadi kompos.

“Ya, video saya itu diangkat dari konsep, dari judulnya itu dari sisa tumbuh bersama yang isinya tuh mengenai tentang permasalahan dari hasil pertanian itu yang tidak hanya menjadi limbah, tetapi bisa dimanfaatkan menjadi kompos.” ujarnya saat diwawancarai langsung, Sabtu (31/10/2026).

Kamila menjelaskan bahwa gagasan tersebut berangkat dari kebiasaan membakar jerami setelah panen. Ia melihat sisa pertanian dapat dimanfaatkan kembali sebagai kompos sehingga tidak hanya menjadi limbah.

Sementara itu, Kemal turut mengikuti kegiatan dies natalis dan perlombaan fotografi serta videografi. Ia menilai tema yang diangkat panitia berkaitan dengan kebersamaan petani dan peran mahasiswa pertanian di masa mendatang.

“Sangat relevan sekali acara dengan tema, bahkan karena ini merupakan acara dies natalis sehingga tema yang dibawa panitia itu benar-benar mencerminkan rasa kebersamaan para petani dan juga untuk kedepannya para mahasiswa kita, para mahasiswa pertanian juga,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kemal berharap pelaksanaan Dies Natalis ke-42 Faperta Unsika selanjutnya dapat berjalan lebih meriah dan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan ke depan jauh lebih baik

“Untuk tahun selanjutnya, semoga bisa lebih hype lagi dari ini dan juga kalau adapun sebuah kesalahan di acara kali ini, saya harap kedepannya itu akan lebih baik lagi, Kak. Akan lebih seru lagi untuk diikuti dan acaranya juga lebih mantap lagi,” tambahnya.

(MOS, YTZ)