Komite Rakyat Sipil Karawang, Ojek Online (Ojol), Mahasiswa, dan elemen masyarakat lainnya menggelar aksi ‘Karawang Darurat Jalanan Berlubang’ dengan melakukan penutupan jalan Pantura, yang dilakukan pada tiga titik, yaitu Klari, fly over Cikampek, dan jembatan Jatisari, serta titik akhir pada aksi tersebut dilakukan di kantor Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Binamarga Jawa Barat, jalan Sukaseuri, Kecamatan Cikampek, Senin (2/2/2026). Aksi ini menuntut Pemerintah Kabupaten Karawang, Provinsi, dan Pusat untuk segera memperbaiki jalan berlubang di sepanjang jalur Pantura secara permanen. 

 

Koordinator Umum Aksi, Tri Prasetio, menyatakan perbaikan tersebut harus dilakukan terhadap ruas jalanan berlubang di sepanjang jalan Pantura, namun ia juga menuntut transparansi karena adanya indikasi tindak pidana korupsi.

 

“Kami menuntut adanya transparansi terkait perbaikan jalan karena kami tahu, tidak jauh dua bulan lalu jalan Karawang ini baru diperbaiki, karena ada mudik Nataru (Natal dan Tahun Baru), tapi baru dua bulan jalan diperbaiki, jalan sudah hancur semua dan kami menduga ada indikasi tindak pidana korupsi di sini dan kami menuntut untuk aparat penegak hukum untuk segera melakukan tindakan terhadap para pejabat yang berwenang melakukan perbaikan jalan,” tuntutnya saat diwawancarai secara langsung, Senin (2/2/2026).

 

Ketua Perhimpunan Ojek Online (O2) Karawang, Biwok, mengungkapkan keresahannya sebagai pekerja sekaligus pengguna jalanan untuk mencari nafkah demi menghidupi keluarganya. Ia merasa kondisi jalan saat ini membahayakan pengendara.

 

“Sangat miris lah apalagi kita sebagai pengguna jalanan ya, kami setiap hari tuh, kami hidup di jalan, melihat kondisi sekarang ini jalan ini kabupaten luar biasa, lubangnya di mana-mana glitu ya, jadi ini sebenernya pemerintah ke mana,” ungkapnya saat diwawancarai secara langsung, Senin (2/2/2026).

 

Salah satu anggota Ojol, Nizar, mengungkapkan bahwa salah satu rekannya meninggal dunia setelah menjadi korban jalan berlubang.

 

“Karena teman kita itu ada yang jadi korban jalan berlubang sampai meninggal,” ujarnya saat diwawancarai secara langsung, Senin (2/2/2026).

 

Nizar menambahkan bahwa permasalahan jalan tersebut harus ditangani secara serius dengan turun langsung ke lapangan seraya mendesak Bupati Karawang, Haji Aep, untuk bertindak tegas karena kondisi tersebut dinilai telah memakan korban dan tidak bisa dibiarkan.

 

Penyampaian tuntutan oleh massa aksi, Senin (2/2/2026).

 

“Memang harus apa, pemerintah bener-bener harus turun, apalagi bupati ya Bapak Haji Aep, saya minta untuk cepet-cepet berkoordinasi, kalau memang tidak mampu berkoordinasi silahkan mundur aja pak haji Aep ya, karena mau sampai kapan, mau berapa korbannya,” tambahnya.

 

Tri Prasetio dan massa aksi menuntut fakta integritas kepada PPK 1.1 Jawa Barat, namun pihak Hubungan Masyarakat (Humas) PPK 1.1 Jabar tidak menyanggupi fakta integritas yang dituntut oleh massa aksi karena Ketua PPK 1.1 Jabar sedang dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan terindikasi korupsi anggaran pembenaran jalanan berlubang.

 

“Yang pertama, bahwa hasil aksi kali ini PPK 1.1 Jawa Barat tidak menyanggupi seluruh tuntutan massa aksi yang ada di hari ini. Lalu yang kedua, bahwa PPK 1.1 Jawa Barat menyatakan bahwa di gedung PPK 1.1 Jawa Barat tidak ada satupun PPK 1.1 Jawa Barat yang hadir, karena seluruh PPK 1.1 Jawa Barat tengah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan atas adanya indikasi korupsi yang dilakukan oleh PPK 1.1 Jawa Barat. Lalu yang ketiga bahwa PPK 1.1 Jawa Barat tidak menyanggupi untuk melakukan perbaikan total terhadap seluruh jalan-jalan berlubang di bulan Februari ini,” ujarnya.

 

Audiensi antara massa aksi dengan Humas PPK 1.1 Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

 

Biwok berharap masalah jalanan berlubang yang ada di Karawang segera diselesaikan dikarenakan sudah memakan banyak korban. Ia juga berharap agar perbaikan dilakukan dengan kualitas yang baik dan transparan, termasuk mengaudit bahan maupun proses pengerjaan jalan agar kerusakan serupa tidak terus terulang.

 

“Harapan kami secepatnya lah perbaiki, ya karena sudah banyak korban, dan sebenarnya begini, nih kan saya yang jadi pertanyaan ini kenapa jalan Karawang nih cepet rusak, satu itu ya, itu mungkin pemerintah harus mengaudit nih, kenapa jalan Karawang sampe rusak gitu, apakah ada permasalahan di barang mungkin di bahan, atau di pengerjaan,” harapnya.

 

(RVM,PAI,KKB)