Identitas Lagu

Sumber: pin.it

 

Judul Lagu: Tarot

Penyanyi atau Band: .Feast

Penulis Lirik: Baskara Putra

Produser: Rastafarian

Label Rekaman: Sun Eater

Genre: Rock Alternatif

Tahun Rilis: 2024

Durasi Lagu: 4 menit 48 detik

Album: Membangun & Menghancurkan

 

Pendahuluan

Lagu .Feast yang satu ini menjadi salah satu karya yang paling sering muncul di beranda TikTok penulis sepanjang tahun 2025. Popularitasnya meroket berkat kekuatan melodinya, serta liriknya yang menghadirkan ruang interpretasi yang luas bagi para pendengarnya. Beberapa pendengar memaknai lagu ini dengan cara yang berbeda-beda,  mulai dari pengalaman pribadi, realitas sosial, serta kondisi emosional yang sedang mereka rasakan. 

 

Hal yang sama juga dirasakan oleh penulis, lagu ini terasa begitu representatif dalam merefleksikan pergulatan batin terkait penolakan atas takdir yang tengah dijalani. Namun, restu orang tua serta dukungan teman-teman terdekat menjadi dua pilar utama penyangga untuk tetap bertahan dalam menjalani keseharian. 

 

Interpretasi Lagu

Lagu Tarot merupakan karya .Feast yang sarat akan makna simbolik dan emosi eksistensial, dirilis sebagai bagian dari perjalanan musikal band tersebut yang dikenal dengan tema-tema sosial, psikologis, dan spiritual  (Saputry, et.al., 2025). Secara keseluruhan, lagu ini dapat diinterpretasikan sebagai kisah tentang keteguhan dalam relasi yang ditempa oleh waktu, luka, dan kebersamaan. 

 

Di awal, tergambar suasana hening dan keteguhan dalam diam. Sebuah fase untuk sang tokoh bertahan tanpa banyak suara, tanpa pengakuan, bahkan tanpa dukungan yang nyata dari dirinya sendiri. Lalu muncul kesadaran bahwa selama ini, sang tokoh merasa bahwa hidup terasa ringan, seolah hanya ‘bercanda,’ hingga akhirnya kenyataan pahit datang dan membuatnya terdiam tak berdaya. 

 

Bagi penulis, chorus dari lagu ini menghadirkan makna yang mendalam, sang tokoh yang digambarkan oleh .Feast melangkah ke ruang kebimbangan, antara hasrat meninggalkan zona nyaman dan kenyataan bahwa keterikatan dengan orang-orang di sekelilingnya telah terlampau kuat. Bahkan baginya, kewaspadaan pun tak selalu menjadi jaminan keselamatan, dan hari esok tetap menyimpan kemungkinan yang bisa saja kian memburuk. Namun, alih-alih menghentikan langkah sang tokoh justru meneguhkan keyakinan dirinya sendiri untuk memikul semuanya ‘kutanggung denganmu selama ku mampu’ bersama teman-teman yang senantiasa hadir mengiringi setiap langkah harinya.

 

Khususnya pada bagian bridge ‘di kehidupan kedua’ dan ‘nyawa kita bertautan’ dalam pandangan penulis, frasa tersebut menghadirkan nuansa takdir yang intim dengan segala hal yang ada di sekitar sang tokoh, seolah hubungan dengan orang-orang di sekelilingnya sudah melampaui satu fase kehidupan. Tetapi menariknya, tokoh tersebut justru menertawakan ramalan bintang dan pembaca nasib, menandakan bahwa keyakinan yang ia genggam lahir bukan dari takhayul, melainkan dari pengalaman yang telah dilalui bersama.

 

Pengulangan frasa ‘padamu ku percaya, tak masuk logika’ menjadi klimaks emosional dalam lagu ini. Sang tokoh menegaskan bahwa kepercayaan dan keteguhan hati kadang tidak bisa dijelaskan secara rasional, karena kita hidup di alam dunia yang penuh ketidakpastian, kebingungan, dan kemungkinan jatuh kembali. Bagi sang tokoh, satu-satunya yang tetap teguh adalah kepercayaan timbal balik dengan orang-orang di sekelilingnya.

 

Kelebihan

Kelebihan utama lagu ini bagi penulis terletak pada warna vokal khas Baskara serta liriknya yang selalu tepat sasaran. Perpaduan antara kekuatan diksi dan aransemen musik yang emosional tanpa terasa berlebihan menjadikan pesan yang menyentuh itu tersalur dengan baik kepada para pendengar.

 

Kekurangan

Kekurangan utama yang dapat dicermati dari lagu ini terletak pada penggunaan sejumlah kata atau diksi yang terasa ambigu untuk ditafsirkan. Penulis memahami bahwa setiap lagu pada dasarnya bersifat terbuka dan memuat makna yang universal. Namun, saat mendengarkan lagu ini penulis seringkali diselimuti tanda tanya mengenai kepada siapa sebenarnya sang tokoh berbicara dalam lagu tersebut.

 

Penggunaan kata ‘kalian’ seakan menandakan kebersamaan dengan banyak orang, mungkin teman-teman atau orang-orang di sekelilingnya. Di sisi lain, hadirnya kata ‘mu’ dan ‘kau’ memberi kesan dialog yang lebih intim, seolah ditujukan pada satu sosok istimewa. Bahkan pada verse pertama, nuansanya terasa seperti percakapan batin dalam keheningan, menyerupai proses introspeksi diri. 

 

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, lagu Tarot oleh .Feast dapat dipahami sebagai refleksi tentang daya untuk bertahan karena adanya restu, kebersamaan, serta keyakinan bahwa luka sekalipun dapat dilalui secara bersama-sama. Lagu ini menghadirkan kisah tentang keberanian memilih percaya, bahkan saat logika tak selalu berada di pihak yang sama. Bagi penulis, lagu ini layak direkomendasikan kepada mereka yang tengah diliputi kebimbangan. Sebab, ketika mendengarkan lagu ini muncul dorongan untuk merenung dan mensyukuri keberadaan alasan-alasan yang membuat seseorang tetap ingin bertahan.

 

Penulis: SAN

Desainer: Azizah Marzha