Setiap Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) tentunya memiliki akun mahasiswa yang digunakan untuk mendukung kegiatan akademik. Di kalangan mahasiswa sendiri, akun tersebut sering dibahas karena dianggap dapat dipakai untuk mengakses berbagai layanan digital, bahkan sampai fitur yang dibilang ‘premium’. Isu tersebut terus dibahas oleh mahasiswa dan tidak sedikit yang langsung percaya jika akun kampus dapat digunakan sebagai akses layanan berbayar. Padahal, belum tentu semua informasi tersebut benar.

 

Fungsi Utama Email Mahasiswa

Kalau dilihat dari awal dibuatnya, email kampus memang digunakan untuk menunjang kegiatan kuliah. Email tersebut terhubung dengan layanan Google. Jadi, mahasiswa bisa menggunakan akses Google Classroom, simpan file di Google Drive, sampai kelas online melalui Google Meet. Kapasitas penyimpanannya yang cukup besar, sekitar 5GB bahkan hingga 15GB. Untuk mahasiswa, ini jelas bermanfaat, apalagi jika file tugas sudah mulai menumpuk.

 

Penelitian yang dimuat dalam Jurnal Pendidikan Tambusai (2023) menunjukkan bahwa Sistem Akademik Universitas Singaperbangsa Karawang (SISKA) hanya bisa diakses melalui email mahasiswa. Akun tersebut dibuat untuk memudahkan mahasiswa melihat jadwal mata kuliah, pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan info penting lainnya.

 

Akses Premium

Nah, dari sini mulai banyak yang coba menggunakan email kampus untuk daftar ke aplikasi bawaan Google. Beberapa platform memang punya program khusus pelajar. Jadi, jika daftar menggunakan email kampus, terkadang dapat fitur tambahan. Banyak juga mahasiswa yang mencoba menggunakan email kampus untuk daftar ke layanan lain seperti Notion dan Trello atau platform lain yang menyediakan program khusus pelajar. Tetapi kenyataannya, tidak selalu seperti itu. Hasilnya bisa berbeda-beda. Ada yang berhasil mendapatkan akses tambahan, ada juga yang tidak memperoleh apa pun. Untuk aplikasi musik dan game, biasanya tidak cukup dengan memasukan email mahasiswa bahkan beberapa layanan lainnya pun tidak mendukung layanan premium.

 

Pernyataan dari Salah Satu Pihak Kampus

Hal ini disampaikan dari bagian akademik, Ganjar Permana pada hari Kamis, tanggal 23 April 2026, bahwa belum ada informasi pasti terkait email mahasiswa yang bisa mengakses layanan premium terutama aplikasi bawaan Google.

 

“Email tersebut kan pada dasarnya terbentuk dari Google yang memungkinkan bisa dapat layanan premium seperti ada beberapa mahasiswa yang mengerti cara mengklaim layanan premium tersebut ada juga yang tidak bisa,” ujarnya.

 

Dengan kurangnya informasi yang jelas mengenai akses layanan premium pada akun mahasiswa, banyak dari mahasiswa yang menebak-nebak sendiri apakah layanan premium itu benar-benar dapat atau tidak. Akun mahasiswa bukan berarti langsung bisa membuat semua layanan jadi premium. Mahasiswa pun harus lebih bijak dalam memanfaatkan akun tersebut, tetapi yang jelas, adanya email kampus ini sebagai penunjang akademik, bukan untuk mengakses ke semua layanan berbayar secara bebas.

 

 

Penulis: AHN

Desainer: Azizah Marzha