Perempuan itu, aku

Seolah kata perempuan cukup untuk menafsirkan semuanya

Diajari, 

Menahan, 

Mengerti, 

Mematuhi,

Tanpa pernah diajari cara menerima

 

Kadang aku merenung, 

Dari mana asal semua aturan itu

 

Aturan yang memenjarakan

yang mengecilkan namaku

Menjadi setitik makna

 

Jangan terlalu pintar, nanti sulit dicintai

Jangan terlalu kaku, nanti ditinggalkan

Jangan terlalu berhias, nanti mengundang pria nakal

Persetan dengan semua itu

 

Aku, ya aku

untuk pertama kalinya

Aku mendobrak pintu itu

Aku mulai jujur terhadap diriku sendiri

Aku mulai berhenti menjadi hakim untuk diriku sendiri

Karena aku tahu,

Bukankah menyenangkan jika kita hidup sesuai kehendak kita?

Bukankah lega jika kotorku diterima tanpa perlu disembunyikan?

 

Dan, ya

Pintu itu terbuka

Banyak hal baik di sana

Hal-hal yang terasa suram

Perlahan menampakkan sinarnya

Sinar yang selama ini belum pernah aku lihat

Bahkan di dalam diriku sendiri

Dan selama ini aku lupa, bahwa cahaya itu adalah diriku

 

Penulis: CH 

Desainer: Irfan Fadhilah Husaeni