Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menggelar Legislative School 2026 guna meningkatkan literasi di ranah legislatif melalui acara seminar tingkat nasional dan lomba debat. Acara kali ini mengusung tema “Penguatan Literasi Legislatif sebagai Fondasi Mahasiswa yang Kritis, Partisipatif, dan Berdaya” yang diselenggarakan di Aula Syekh Quro Unsika, Jumat (2/10/2026).
Ketua pelaksana Legislative School 2026, Muhammad Akmal Fauzi, mengatakan yang melatarbelakangi tema acara Legislative School 2026 adalah untuk penguatan literasi Gen Z, khususnya mahasiswa, mengenai proses legislasi yang berlangsung di tingkat nasional maupun di lingkungan kampus. Kegiatan Legislative School juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap proses legislasi yang saat ini dinilai perlu mendapatkan perhatian.
“Proses legislasi di tingkat nasional saat ini sedang gencar-gencarnya dan patut dipertanyakan. Seminar Nasional ini digelar untuk memperkuat literasi, khususnya bagi teman-teman Gen Z, sekaligus meningkatkan pemahaman tentang proses legislatif. Kami ingin mahasiswa memahami proses legislasi, baik yang ada di tingkat nasional maupun di lingkungan kampus,” ungkapnya saat diwawancarai secara langsung, Jumat (2/10/2026).
Ia juga menjelaskan, seminar nasional dalam kegiatan tersebut terbuka untuk umum sedangkan lomba debat diperuntukkan bagi mahasiswa yang sebelumnya telah melakukan konfirmasi untuk mengikuti perlombaan. Sementara itu, pemateri yang dihadirkan berasal dari kalangan legislatif, yakni anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang yang masih menjabat saat ini.
“Acara seminarnya nasional buat umum. Tapi lomba debat buat mahasiswa-mahasiswa yang sebelumnya udah confirm ke kita buat ikutan debatnya, gitu. Dan kalo pemateri kita juga hadirkan dari mantan anggota dewan dari tahun 2019 ke 2024, kemudian ada anggota DPRD Karawang juga yang sekarang sempat berkesempatan hadir pada kali ini,” lanjutnya.

Sesi pematerian oleh Nurali, Jumat (2/10/2026).
Salah satu peserta Legislative School, Syifa Fauziah, menyampaikan materi yang diberikan sangat penting dalam memahami peran politik, khususnya fungsi legislatif. Menurutnya, materi tersebut mendorong para peserta untuk berkontribusi secara aktif sebagai agen perubahan di lingkungan masyarakat.
“Dari materi yang disampaikan tentang pentingnya politik terhadap diri kita sendiri, kita dapat tahu apa itu legislatif, bagaimana kita bisa dan mampu menerapkan peran legislatif di daerah kita masing-masing khususnya di tempat sendiri serta kita juga diharapkan menjadi agen perubahan itu sendiri,” ucapnya saat diwawancarai langsung, Jumat (2/10/2026).

Suasana peserta saat acara berlangsung, Jumat (2/10/2026).
Ia juga menilai bahwa Legislatif School memberikan banyak ilmu bermanfaat dan menambah wawasan bagi para peserta. Menurutnya, pemahaman materi tersebut membuat para peserta dapat berdialog dalam menyampaikan aspirasi dan berdiskusi secara terbuka.
“Di sini saya benar-benar ngerasa ilmunya itu banyak banget didapat dari pemateri satu, pemateri dua, dan saat kita berdiskusi juga tidak takut untuk menyampaikan aspirasi. Pokoknya acara Legislatif School ini benar-benar seru, menambah wawasan kita, pastinya menambah ilmu juga,” lanjutnya.
Melalui Legislatif School, Syifa berharap untuk para peserta dapat menjadi publik yang baik dan berpikir lebih kritis dalam menyikapi kebijakan pemerintah.
“Harapan saya untuk kedepannya, semoga dari acara ini kita bisa mengetahui juga bagaimana menjadi publik yang baik dan bisa mengatasi kebijakan-kebijakan yang mungkin di sisi lain bermanfaat, tapi kita juga perlu mengkritisi beberapa kebijakan-kebijakan dari pemerintah itu sendiri,” harapnya.
MCL, PAI